WARNING

Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-
Resensi Film: Film Review

[ Review K-Movie ] Blind (2011)

Desember 27, 2011



Kenapa nih yaaa aku niaaat banget mau nge-review film yang baruuu aja aku lihat .. whahahha *aduh penting gak sih.. *. Judulnya BLIND dan tanpa berfikir bagus atau enggak sebenernya, aku cuma pingin nonton lantaran ada pacarku disana.. kyahahahha ... #plaaaakk *di bulliying seung ho fans*.
Oke, kita mulai aja. Sebenernya ini film baru keluar tahun ini tapi entah kenapa saya udah ngebet banget pingin liat. Habis tahun ini si seung ho mainnya drama 50 episode atau paling dikit juga hampir 30 an episode *gilaaak episodenya bikin mual*. Nah, mumpung nih ya dia main film, dan setelah keliling google ternyata banyak yang bilang bagus, dan habis baca sinopsisnya ternyata happy ending *aduh apa banget deh nyarinya* baru deh aku niat semangat 45 buat download nih film. Walaupun harus nunggu dari jam 5 sore dan baru kelar jam 10 malem hanya untuk 350 MB tapi tetep aja itu gak seberapa sapa senengnya aku bisa lihat seung ho main lagi setelah aku baru liat tampangnya di The Way Home (2002), Heart is... (2006), dan Queen SeonDeok (2009), dan akhirnya Blind (2011) ini.

Sebenernya bukan bener-bener peran utama, well karena peran utamanya cewek. Tapi untuk cowok dia masuk peran utama *aseeeeek*. Ceritanya tentang seorang Polwan dalam masa pelatihan yang suatu malam menarik paksa sang adik pulang ketika si adiknya ini mau tampil nge-dance bareng temen-temennya. Karena sempat kabur waktu mau dibawa kakaknya pulang, si adik tangan kanannya *kalo gak salah* di borgol agar si adik ini gak bisa kabur lagi. Setelah melakukan perdebatan yang sangaaat panjang dengan si kakak dimana si adik ini janji gak bakal nge dance lagi tapi kakaknya udah terlanjur gak percaya.
Karena kesal, si adik maksa ngambil kunci borgol yang dibawa oleh sang kakak yang pada akhirnya berujung pada kecelakaan mobil.

Omoo~~ kerasa banget waktu mobilnya udah di antara perbatasan tiang jembatan. Gilaaaakk dia udah teriak teriak manggil noona-nya yang terlempar jauh nun di sana *di depan mobil maksudnya* buat nolongin secara tangan kanannya di borgol dan si kakaknya gak bisa nolongin! gak bisa dia udah terlalu lemah walaupun dia lihat sang adik di depan matanya berada di ambang hidup dan mati memohon pertolongan dan terus meneriakkan noona-nya, tapi si kakak ini gak bisa nolong sedikitpun dan akhirnya mobil yang tengah ditumpangi sang adik jatuh dari jembatan dan di tabrak oleh truk... *hueeeeeeeeee baru opening dah mau nangiiiiiss*

3 Tahun Kemudian
si kakak tadi yang sebenernya namanya soo-ah *maaf dari tadi lupa nyebut nama terus* saat itu sudah mengalami kebutaan akibat kecelakaan 3 tahun yang lalu. Sekarang dia kemana-mana ditemenin sama Seol Ki si anjing kesayangannya. Awalnya dia ke tempat kerjanya 3 tahun yang lalu waktu dia jadi polwan tapi kemudian dia tidak bisa diterima lagi. Bukan karena kebutaannya yang menyebabkan ia kehilangan pekerjaannya tapi tak lain karena 3 tahun lalu ia lalai dari tugasnya sebagai seorang polisi. Ia melenceng dari jadwal patroli *iya bukan ya , lupa* trus dia nge borgol adiknya sampai menyebabkan adiknya meninggal. Bukan salah soo-ah memang, tapi pihak kepolisian emang udah gak bisa nerima lagi.

Apalagi waktu dia kembali ke panti asuhannya dan dia dikasih apa yaa kayak alat yang bisa mendeteksi kehadiran seseorang yang mendekat atau menjauh dirasakan dari getarannya. Tapi karena pada alat itu terdapat mata adiknya yang dulu meninggal, soo ah marah dan gak mau nerima. Dia pulang seorang diri bahkan tanpa anjingnya. Dan dia pulang naik taksi yang sebenernya dia sendiri juga gak tau itu taksi atau bukan.

Naaah, dari situlah konflik dimulai. Mulai dari soo ah yang merasakan kursi yang didudukinya bukan kursi taksi yang biasanya, ia bahkan merasakan ada bau obat-obatan rumah sakit di dalam  mobil tersebut. Kemudian dia yang tak dibolehkan membuka jendela karena hujan, sampai ketika ia dipaksa minum kopi tapi gak mau trus tiba-tiba soo ah mendengar decitan dan tak lama dengan pendengaran yang ia miliki ia yakin bahwa itu tadi ada sebuah tabrak lari dan si mayat di taruh di bagasi.Berusaha mengungkap apa yang terjadi berdasarkan pendengarannya bahkan ia sudah berusaha menelpon polisi (mungkin), orang yang tadi dianggapnya tukang taksi menyuruhnya untuk pergi dan mendorong soo-ah hingga terjatuh.

Tak lama setelahnya soo ah sudah berada di kantor polisi bersama dengan tukang truk yang tadi akan menabraknya. Karena soo ah adalah saksi yang buta, maka pihak kepolisian kurang lebihnya tidak dapat benar-benar mempercayai ucapan soo ah. Soo ah bersikeras mengatakan bahwa si supir taksi menabrak  seorang wanita, tapi polisi tidak percaya mereka justru lebih percaya yang di tabrak adalah seekor anjing seperti yang dikatakan si tukang taksi tadi.

Tapi setelah ada kabar bahwa di tempat kejadian ternyata benar ada seorang gadis yang hilang, akhirnya kasus ini diserahkan sepenuhnya pada seorang detective yang kalo di bilang kompeten sebenernya dia gak terlalu kompeten juga, dan cukup ceroboh, bahkan orangnya gak tegas.
Nah, pihak kepolisian bersama detective cho ini mendatangi apartemen Soo ah dan kembali menanyakan soal kasus tabrak lari itu. Hanya saja karena soo ah buta tentu saja pertanyaan yang bisa di ajukan terbatas hanya sekedar nama dan alamat. Soo ah gak terima dong secara dulu dia mantan polisi dan saat ini dia tahu banyak hal tentang kasus yang dia analisi dari pendengarannya. Maka dia bertanya pada detektif cho apa lagi yang akan ditanyakan jika ia tidak buta. Detektif Cho menjawab jika saja Soo ah tidak buta ia akan bertanya seperti apakah pelakunya, apa plat mobilnya, seperti apa plat mobilnya, dan lain-lain.

Soo ah pun menjawab berdasarkan indra perasa , pendengaran, dan penciumannya bahwa ia tahu taksi seperti apa yang ia gunakan, berapa tinggi pelaku, berapa berat pelaku, dan bahwa pelaku suka merokok, juga pelaku kidal. Awalnya detektif cho gak percaya tapi karena si soo ah berhasil nganalisis tinggi berat detektif cho dan apa yang biasa dia makan detektif cho langsung menaruh harapan penuh ke cewek ini.

Setelah itu barulah dimulai pencarian berdasarkan pengamatan Soo ah. Mungkin karena pihak kepolisian itu masih gak bisa bener-bener percaya sama kesaksian Soo ah kali ya akhirnya mereka melakukan sayembara bahwa siapa saja yang bisa menjadi saksi terjadinya tabrak lari maka akan diberi hadiah.

Kebetulan seorang pemuda bernama Gi Seob pengantar mie (?) melihat pengumuman itu dan setelah berfikir sejenak akhirnya ia mengajukan diri untuk menjadi saksi. Tapi sayangnya, kesaksian yang diberikan Gi Seob berbeda dari kesaksian yang diberikan Soo ah. Soo ah tetep bersikeras kalo yang ia tumpangi adalah taksi mewah, tapi Gi Seob bersikeras bahwa yang ia lihat itu bukan sebuah taksi. Karena Soo ah lebih pandai dalam melakukan analisis jelaslah detektif cho lebih percaya soo ah. Tapi kemudian Gi Seob membantah karena ia melihat dengan mata sendiri sedangkan Soo Ah hanya mendengar dan merasakan jadi bagaimana ia tahu bahwa yang ia tumpangi adalah taksi sungguhan atau bukan? Hanya saja karena Gi Seob tidak tahu bagaimana kejadian tepatnya, siapa yang di tabrak dan di sembunyikan dimana *dia malah ngarang dengan mengatakan bahwa mayat di sembunyikan di jok belakang* jadi dia dianggap sebagai saksi palsu yang hanya datang karena hadiah.

Mengabaikan semua ucapan pemuda yang berbohong akhirnya detektif cho dan Soo ah menyelidiki sendiri kasus tersebut. Dimulai dari suara tukang taksi yang di wawancarai dan menanyai soo ah apakah betul yang di wawancarai itu pelaku atau bukan, tapi gak ketemu. Terus di cari tukang taksi yang tangannya kidal, dan menganalisis taksi apa yang digunakan, dll. Di tengah perjalanan Soo ah bilang kenapa dia terus memikirkan pemuda tadi. Dan entah feelingnya bagaimana ia ingin menelpon pemuda itu.

Di tempat lain, Gi Seob yang sedang pulang ke rumah diikuti oleh seseorang di belakang yang ternyata adalah pembunuh tabrak lari itu. Tahu dia sedang diikuti Gi Seob berlari sekuat tenanga, sayang ia kalah cepat dan ia pun jatuh karena kepalanya di pukul oleh benda keras .. Hampir di bunuh tapi gak jadi soalnya ada orang yang keluar dari rumah dan menemukan Gi Seob berada di tumpukan sampah setelahnya/

Soo ah dan detektif cho mendatangi tempat Gi Seob di rawat dan untung saja tengkorak Gi Seob kuat jadi dia yang seharusnya gegar otak malah jadi gak kenapa-napa *syukuuuuuuuuuuuuurrr udah deg-degan setengah mampus deh gw*. Soo ah dan detektif cho yang akhirnya percaya kalo kesaksian si anak itu bener  tentang yang digunakan pelaku bukanlah taksi *jadi sebenernya gi seob itu emang lihat pelaku dan mobilnya tapi waktu si pelaku pulang, jadi dia emang gak tahu cerita lengkapnya, dia cuma tahu model mobil dan kaca depan yang pecah makannya dia nyimpulin itu pelaku* dan soo ah merawat gi seob semalaman . Hanya saja paginya ketika gi seob sadar ia udah keburu marah dan udah gak mau lagi jadi saksi. Ia bilang karena terlibat dan kesaksiannya gak dipercaya ia hampir mati.

Kecewa dengan kesaksiannya yang salah soo ah memilih mundur menjadi saksi meskipun detektif cho mempertahankan soo ah tapi soo ah sudah terlanjur kecewa dengan dirinya yang tidak bisa menjadi saksi dengan baik..

Di rumah, soo ah baru sadar kalo keputusannya mundur menjadi saksi justru membuatnya ketakutan karena kemudian ia mendapat telpon langsung dari pembunuh yang menyuruhnya dan gi seob diam atau mereka akan mati *hiiiii*. Khawatir dengan keadaan gi seob ia menghubungi dan sms gi seob untuk tetap di rumah sakit sampai detektif cho tiba.

Karena malas berususan lagi dengan soo ah, gi seob yang dirumah sakit udah siap siap pulang bareng temen-temennya gak menggubris sms soo ah sedikitpun. Untung aja soo ah langsung datang dan menyuruh gi seob menunggu. Tetep aja si cowok ini keras kepala dan memilih untuk pulang. Soo ah pun mengikuti gi seob karena khawatir tanpa menghawatirkan dirinya yang saat itu justru sedang diikuti oleh si pembunuh.

Di stasiun kereta sebenernya gi seob udah dikasih tau temennya kalo ada soo ah mengikutnya. Gi seob tetep gak peduli sampai dia sendiri lihat si pembunuh berada di belakang soo ah. Khawatir, akhirnya gi seob pun mengejar kereta dan langsung telpon ke handphone-nya soo ah. Ia menyuruh soo ah untuk jangan banyak bicara dan mendengarkan aba-abanya. Ia menyuruh soo ah memakai earphone pura pura sedang mendengar lagu dan menyalakan video call nya untuk memastikan dimana posisi pembunuh itu berada. Untuk beberapa kali menghindar soo ah berhasil berkat instruksi langsung dari gi seob. Sayang si pembunuh udah keburu tahu dan langsung berada di belakang soo ah membawa pisau dan menyuruh soo ah untuk diam atau dia mati. Gi seob semakin khawatir karena soo ah udah nggak ngejawab instruksinya lagi. Tapi akhirnya soo ah berasil kabur dan harus kejar-kejaran sama pembunuh, dan akhirnya meskipun soo ah selamat sayang anjing nya harus mati. *omooooo* karena si anjing berusaha mati-matian melindungi sang majikan meski dirinya harus rela di tusuk-tusuk *dasar pembunuh gilaaaaaaaaaakkk*.

Setelah itu soo ah sadar dan mendapati tali anjingnya, akhirnya ia pun sadar bahwa anjingnya memang sudah meninggal. Merasa bersalah karena tidak bisa melindungi soo-ah, gi seob sedikit demi sedikit mulai membiarkan soo-ah berada disampingnya sampai pembunuh itu tertangkap. Bahkan ia tak keberatan ketika soo-ah memegang tangannya. Dan ketika pindah ke panti asuhan soo-ah, gi seob yang tau bahwa adik soo-ah meninggal mulai berperan menjadi seorang adik dan memanggil soo-ah "noona"

Ah, tapi siapa sangka , meskipun sembunyi ujung-ujungnya juga ketemu.. dan yah, klimaksnya adalah ketika si pembunuh masuk ke dalam panti asuhan dan mulai terjadi pertarungan antara soo-ah, gi seob, dan si pembunuh ..

Tegang banget liat klimaksnya... gi seob perutnya berhasil di tusuk, sedangkan soo-ah yang dalam posisi buta harus berusaha sekuat mungkin agar tidak tertangkap. Untung saja dia pintar dan mengaplikasikan kemampuannya sebagai polisi yang tersisa dan di saat saat terakhir melihat gi seob yang sudah diserang habis-habisan mengingatkan soo-ah pada sang adik yang pernah meninggalkannya. Ia merasa bahwa ia tak boleh kehilangan adik yang baru dikenalnya itu.

Well, ceritanya happy ending dan diakhiri dengan foto gi seob bersama soo ah yang sama -sama memakai baju polisi .

dari segi ide cerita bagus, banyak yang gak ketebak siapa yang akan mati dan dimana mereka akan bertemu dengan pembunuh. Bahkan aku yang awalnya gak percaya kalo gi seob itu adalah saksi berhasil dikejutkan karena gi seob beneran saksi pembunuh itu. Dan juga kejar-kejaran pembunuh dengan soo-ah ataupun pembunuh dengan gi-seob berhasil bikin deg-degan secara di awal cerita si adik langsung diceritakan mati, jadi gak ada yang gak mungkin kalo semua mati. Untung aja dua pemeran utama selamat. Omooo~ I love seung ho very much.. Yah, kalo di bilang romance hampir gak ada kali ya soalnya ini justru kental di kehidupan seorang kakak beradik. Tapi kekeluargaannya kerasa banget. Keren deh, seung ho mah emang cocok di pasangin di film film bertema keluarga kayak gitu walaupun, okelah disana dia berperan sebagai anak berusia 17 tahun mungkin .. wkwkwk

gitu aja deh review-ku .. nantikan reviewku selanjutnya yaa :D bye byeee >.<



Salam, ADLN_haezh

You Might Also Like

0 komentar

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Like Us on Facebook

Followers