WARNING

Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-
Resensi Film: Film Review

[ Review Thai-Movie ] Top Secret The Billioner

April 28, 2012

 
Setelah sekiann lama duduk nonton film film komedi romantis, drama romantis, film horror, akhirnya dapet juga deh film yang beda dari film lainnya. Kenapa aku ngomong gitu? karena emang film kali ini beda sama yang sebelumnya, dan film yang akan aku bahas ini adalah film wajib tonton dan recomended banget...

Setelah kemarin lihat aksi-nya peach di film suckseed sebagai koong, dimana dia bukan peran utama melainkan teman dari Ped (jirayuu laongmanee) dan jujur aja di film itu jelas aku nggak terlalu tertarik sama dia soalnya aku udah terlanjur jatuh cinta sama si Jirayuu Laongmanee ini. Paling juga aku jatuh cinta sama si Kay daripada Koong walaupun orangnya sama sih..

Nah, di film Top Secret The Billioner inilah kita bakal lihat Peach memainkan aksinya sebagai karakter utama yang nggak bakal berhenti kita lihat selama 2 jam full. Awalnya sih nggak terlalu tertarik, tapi setelah beberapa menit berlalu dan merhatiin karakter serta alur film itu sendiri, akhirnya aku bersorak deh "Si Top ganteng bangeeeeeeettt" *yaelah*. Walaupun tetap saja kupingku belum terbiasa sama bahasa Thailand, tapi it's okelah.. gue tetep kepincut sama aktingnya dia di film ituuu.. gilak keren bangeettt.. 

Mau tau gimana ceritanya? sedikit sinopsisnya...



Cerita tentang seorang anak bernama Ittipat atau panggilannya TOP berumur 16 tahun dan dia adalah seorang yang maniak game! dia pecinta game sampai sampai rela ngorbanin sekolahnya dan jadi anak keras kepala, ngeyel, dan hanya peduli game, game, dan game! Tapi yaah.. untuk awalnya, kecanduannya ini sempat menghasilkan hasil yang lumayan banyak sampai sampai dia bisa beli lebih dari 5 komputer, bahkan bisa beli mobil. Itu di dapat dari penjualan item-item senjatanya di game online, dan orang orang yang membayar uang ke rekeningnya juga sama-sama maniak game.

Lulus dari SMA, seharusnya Top melanjutkan kuliah di universitas negeri seperti kata kedua orang tuanya. Tapi sifat Top yang tidak tertarik sekolah lagi-lagi mengabaikannya dan akhirnya dia gagal masuk universitas negeri dan Top tetep nggak peduli sama sekolahnya dan lagi-lagi tenggelam di dunia game-nya, sampai pada akhirnya, akun game-nya di blokir karena ketahuan telah melakukan transaksi illegal. Ketika akhirnya ia sudah tidak memiliki sesuatu yang bisa di andalkan untuk mendapatkan uang, bukannya kemudian menuruti kemauan ayahnya untuk kuliah, tapi dia tetap bersikeras untuk bisa mendapatkan uang sendiri. Dimulai dari membeli banyak DVD player untuk dijual yang ternyata semuanya rusak, mencuri jimat untuk membayar uang kuliahnya sendiri *karena pada dasarnya dia memang nggak mau minta uang orang tuanya, secara dia sendiri juga tahu orang tuanya susah gara-gara dirinya*, keluarganya bangkrut sampai sampai harus kecina, nah.. sejak saat itulah keinginan Top untuk menghasilkan uang sendiri, untuk mulai berbisnis, dan menjadi pengusaha muda akhirnya dimulai. Dengan lika-liku perjalanan, keringat, sampai harus jungkir balik, bahkan membuatnya berbeda dari anak-anak lain seusianya, tapi di awali dari kesukaan ia terhadap bisinis, akhirnya semua sifat dan sikap-sikap yang berkembang dari dalam dirinya membuatnya terlihat lebih dan lebih bersinar, lebih-dan lebih hebat..
Yang paling aku suka dari film ini jelas adalah pemainnya sendiri. Bukan karena semata-mata pemainnya Peach, bukan.. tapi karena si Peach ini bener-bener totally memerankan karakter seorang pemuda yang berusaha dan bekerja keras pantang menyerah dari ia bisa mendapatkan segalanya sampai harus kehilangan segalanya. Dan yang aku suka banget adalah karena segala yang ia lakukan hanya berdasarkan pada apa yang ia sukai. Ketika ia menyukai bermain game online, maka ia akan main game online, tidak peduli apa kata orang tuanya ia akan terus main game online. Ketika ia bisa menghasilkan uang dari game onlinenya, maka ia akan terus berusaha untuk menghasilkan uang lebih dan lebih dari game onlinenya. Walaupun akhirnya game onlinenya itu di blokir karena di anggap illegal, jelas tidak kemudian membuatnya kalem. Top justru lebih keras kepala dan berfikir untuk bisa menghasilkan uang dengan cara lain.

Ketika rencana penjualan DVD-nya tidak lagi berguna, maka ia mencari sesuatu yang lain yaitu dengan berjualan kacang. Karena ia kemudian bersekolah di universitas swasta, ia menggunakan waktu dalam hari yang bersamaan. Di hari dan waktu yang sama ia mengikuti kuliah *dengan merekam suara dosen yang sedang menjelaskan*, dan melakukan survei di lapangan. Setelah akhirnya ia bisa memasak kacang yang enak, ia lebih optimis untuk membuka usaha penjualan kacang. Hanya saja, ternyata menjual kacang itu tidak bisa jika hanya modal enak dan Top merasakannya. Ia melakukan survei di lapangan lagi dan melihat apa saja yang bisa membuat jualan orang-orang banyak di kunjungi. Mulai dari cara berteriak menawarkan, pemberian diskon, pemberian bonus, sampai lokasi ia pikirkan semuanya. Pada dasarnya penjualannya ini sudah cukup berhasil sampai ia dengan pede-nya tanpa banyak berfikir panjang langsung buka cabang dalam waktu sehari penjualan. Sayang, karena asap pemasakan kacangnya itu membuat atap-atap hangus, ia harus mengakhiri usaha yang baru saja membuatnya melambung tinggi.
Lalu kemudian, orang tuanya harus pergi ke cina dan awalnya Top memang berencana untuk ikut. Sayang, ikut ke cina lagi lagi bukan kehendak hatinya dan ia memilih untuk tetap tinggal di thailand. Mendapati rumahnya yang hampir disita jelas membuatnya berfikir lebih dan lebih keras daripada orang lain untuk bisa membuat sesuatu yang menghasilkan uang. Kemudian ia mendapat ide untuk membuka usaha penjualan rumput laut. Tapi tentu saja di awal usahanya ini saja dia tidak langsung kemudian sukses. Ia mendapati rumput-rumput lautnya membusuk dan ia harus cari akal bagaimana cara agar rumput lautnya tidak basi. karena ia memang dasarnya berani dan tekun akhirnya ia berhasil mendapatkan solusinya. Tidak berhenti disitu karena ternyata memasak rumput laut yang enak itu sulitnya setengah mati. Beberapa kardus habis hanya untuk percobaan. Tapi Top tidak menyerah. Ketika habis, maka ia akan beli lagi sampai kemudian ia mendapati pamannya tergeletak tak berdaya di dapur rumahnya. Setelah itu akhirnya Top sendiri yang mencoba dan mencoba sampai akhirnya uangnya habis dan hanya tersisa satu plastik rumput laut yang jatuh. Dengan sisa seadanya itulah, akhirnya ia mendapat sesuatu yang ia inginkan. Rumput lautnya enak..

Penjualan dimulai lagi dengan di mall-mall, dan Top sudah mengambil target untuk memperoleh 1 juta bath per tahun. Dia cukup optimis dan sudah hampir puas ketika ia sadar bahwa targetnya tidak akan berguna sama sekali karena ia mendapati kenyataan bahwa sang ayah terlilit hutan sebenesar 40 juta bath. Saat itulah ia menyadari bahwa ia hanya kecil sekali di dunia ini, menyadari bahwa hidup tidak semudah bayangannya, dan ia tidak bisa berleha-leha seperti pengusaha lain karena ia harus berjuang lebih dan lebih keras daripada pedagang lain yang ia temui.

Setelahnya, Top lagi-lagi harus berfikir keras untuk bisa menghasilkan uang lebih banyak atau lebih tepatnya uang yang sangat banyak. Dan siapapun tahu, itu bukanlah hal yang mudah. Berfikir sekuat tenaga, harus mengorbankan pacarnya, dan putus dengan pacarnya. Semakin lama menderita seperti itu, jelas Top tidak kemudian bisa bangkit dan bangkit seperti dulu. Top merasa dirinya ada di posisi paling rendah di hidupnya. Dimana ia sudah kehabisan ide, dimana ia harus mengorbankan segala yang dimilikinya dan tidak mendapat hasil apapun, dimana ia sudah merasa dunia tidak lagi berpihak padanya.  Akhirnya, Top memutuskan untuk pergi ke Cina menyusul kedua orang tuanya. Top melakukan usaha terakhirnya, dengan melakukan penghabisan segala yang ia miliki. Bermodal rekaman kuliahnya dulu tentang kewirausahaan, Top berusaha mengerti dan mencoba mendistributorkannya ke 7-Eleven, sebuah supermarket yang memiliki cabang di seluruh Thailand. Karena umurnya yang masih muda, jelas Top tidak dianggap serius, apalagi kemasan rumput lautnya tidak memenuhi standart untuk dijual. Setelah memperbaiki desain dan nama, tapi juga tidak di gubris, akhirnya Top benar-benar menyerah..


Hanya saja, Tuhan itu tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan manusiaNya. Karena di titik itulah semua usaha Top akhirnya terjawab. Dengan penghabisannya yang akhirnya membuatnya merasa tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Dimana ia sudah merasa bahwa ini benar-benar usaha terakhirnya, ternyata sesuatu yang baik menimpanya. Dan seperti yang sebelumnya, Top berusaha lagi dan lagi untuk membuat usahanya menghasilkan sesuatu yang baik.



Yang membuat menarik untuk film ini juga adalah Plot/alur ceritanya. Karena mungkin orang-orang itu mayoritas bukan penggemar bacaan dan mungkin saja bacaan itu tidak bisa terserap 100% oleh otak, maka alur yang disajikan dari film ini akan membuat kita menyerap setiap detail kejadian yang ditampilkan di film ini. Selain itu, tidak membosankan karena setiap scene selalu ada kejadian menarik yang membuat kita mengikuti alurnya sampai habis. Walaupun yaaah.. cerita yang ditampilkan adalah sebuah cerita yang berulang-ulang. Yaitu menggambarkan seseorang yang tidak menyerah dan mendapat konflik yang hampir seirama, tapi lagi-lagi film ini berhasil membuat kita terus penasaran. Alur yang disajikan terus membuat kita ingin melihat perkembangan cerita serta perkembangan pemain/tokoh dalam film itu sendiri. Setiap konflik sampai penyelesaian, selalu membuat kita penasaran bagaimana 'Top' setelah iin. Akan jadi apa 'Top' setelah ini? rasa penasaran itulah yang nantinya akan membawa kita sampai akhir cerita. Lagipula, endingnya sangat memuaskan dan tidak akan membuat kecewa penontonnya. Ketika penonton sudah hampir berkata 'selesai', ternyata endingnya masih ditambahi bumbu bumbu yang menyenangkan sehingga kita benar-benar tahu bagaimana ending cerita yang sebenearnya. Yah, secara keseluruhan sih alur-nya memang menceritakan tentang Top dan pamannya, tapi tentu saja masih ada intrik-intrik cinta di dalamnya walaupun sama sekali tidak terlalu berguna sebenarnya.

Dan yang paling penting ketika kita melihat film ini adalah moral value yang disampaikan. Tentang bisnis, wirausaha, semangat, gairah kerja, tidak mudah putus asa, tidak mudah menyerah, giat, tekut, cerdas, selalu banyak cara dan banyak ide, berani, nekat, optimis, dan walaupun setelah berada di tingkat kepuasan kita harus terjatuh lagi, tapi tetap berusaha dan berusaha. Penasaran dan pelajaran.. Ada banyak sekali motivasi dan inspirasi bahkan pelajaran berharga ketika kita melihat film ini. Bagaimana kita memiliki mimpi, bagaimana kita harus menggapai mimpi itu, bagaimana kita tetap bertahan pada pendirian kita, bagaimana kita menyukai sesuatu yang berbeda dari orang lain, bagaimana kita harus berani..

well, nggak akan rugi deh beneran kalo liat film ini. Dan beberapa kalimat yang masih membekas di hati saya adalah .. "Jika kau ingin kaya, maka berfikirlah kaya.","Jika kau ingin sukses, maka berfikirlah sukses","Janganlah kau menyerah, karena jika kau menyerah, maka habislah sudah.". Aku mendapat suatu pemahaman bahwa berfikiran positif membantu otak kita untuk terus berfikir maju dan berani mengambil langkah apapun resikonya. Sehingga dari keberanian itu, yang timbul berikutnya adalah sifat pantang menyerah. Dan apapun yang telah kita mulai, tidak bisa kita akhiri dengan mudah di tengah jalan. Karena apa? Sesuatu yang kita mulai itu sebenarnya ada ujungnya, sehingga jika berhenti di tengah jalan jelas kita tidak akan mendapat apa-apa, tetapi jika kita masih berani jatuh dan berdiri sampai akhir, yakinlah bahwa apa yang kita impikan pun nantinya pasti tercapai sesuai dengan keinginan. Oya, film ini di ambil dari kisah nyata. Makannya moral value-nya terasa banget karena dari situ kita akan berfikir bahwa orang yang digambarkan di film itu bukanlah fiksi belaka, melainkan benar-benar ada di dunia nyata. Kita bisa menemukan, dan bahkan bisa menciptakannya sendiri dari diri kita.

Salam, ADLN_haezh

You Might Also Like

10 komentar

  1. Haha, aku juga udah nonton.. keren filmnya. Kemaren nyobain kripik rumput lautnya tapi sayang malah salah milih rasa, krna aku gk tau rasa wasabi.. akhirnya malah gak kemakan..huu

    BalasHapus
    Balasan
    1. lho? emang di Indonesia ada yang jual rumput lautnya yaa??
      aaaahh ~~ aku malah belum pernah makaaaannn .. >.<

      Hapus
  2. ada trnyata d Indonesia....,,tpi dnger2 s....yg rasa orisinilnya krang cocok d lidah Qtaa..Tpi ada rasa lainnya kuqq yg bsa jdi pilihan Qtaa...:D Btw..,,film ne inspiratif BGT bwd anak muda skarangg.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Merknya apa? sama kayak di film? pengusaha muda

      Hapus
    2. lupa .. coba aja lihat di filmnya namanya sama kayak yang di film kok..

      @rikawati: iya, filmnya inspiratif banget, seru >.<

      Hapus
    3. kemaren aku nemu di Giant Plasa. ada rasa pedas, tempura, ama rumput laut

      Hapus
  3. sy sdh nonton filmnya.... keren, inspiratif...

    BalasHapus

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Like Us on Facebook

Followers