Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

[ Review Thai-Movie ] Hello Stranger (2010)

Senin, Mei 21, 2012


 

Ehem,,, mungkin karena sesuai dengan judulnya 'Hello Stranger' yang berarti bercerita tentang dua orang yang tidak saling kenal. Yah, seharusnya aku emang nggak berharap lebih dari film ini yaa..

Bercerita tentang dua orang yang berasal dari Thailand. Iya, yang satu cewek dan yang satu lagi cowok, dan mereka ke korea dengan tujuan yang berbeda. Selama di korea, ada banyak kejadian yang terpaksa membuat mereka berdua bertemu, dan tanpa tahu nama masing-masing tentunya. Diawali dengan si cewek yang nemuin si cowok tidur kayak gelandangan di depan penginapannya. Trus pagi-paginya si cowok maksa si cewek nganterin ke penginapannya si cowok, eh ternyata nyasar dan sampe tempatnya ternyata si cowok ketinggalan rombongannya. Dan akhirnya, si cowok itu ngikutin si cewek kemana aja. Setelah beberapa hari main dan bareng dan seneng-seneng terus, akhirnya si cowok di jemput rombongannya. Tapi di tengah jalan dia denger pengumuman kalo bulan april bakal ada salju. Karena inget si cewek pernah bilang pingin banget ngerasain rasanya salju, si cowok turun dan balik ngejar si cewek dan bilang kalo mereka bisa ngerasain salju bareng-bareng. Nah, udah dari situ mulailah pengalaman mereka menunggu datangnya salju di korea bersama-sama dan dimulailah kisah romantis dari keduanya.


Sebenernya film ini dimulai dengan awal yang menarik dan menyenangkan. Untuk keseluruhan alur bahkan terasa sekali humor dan komedinya, karena beberapa kali aku dibuat ngikik sama tingkah laku pemainnya. Untuk bagian romantisnya, aku juga bisa tersentuh sama pembawaan ceritanya. Bagaimana rasa sakit hatinya, bagaimana rasa kangennya, bagaimana bingungnya mereka. Aku ngerasain semua dengan baik dan aku cukup suka.


Ditambah lagi, yang cukup langka disini adalah karakter tokohnya terutama yang cewek. Yang cowok konyol, lucu, humoris, menyenangkan, sekaligus menyebalkan. Hanya saja, menyebalkannya dia itu menyebalkan yang asik dan menyenangkan. Sedangkan si cewek ini adalah cewek mandiri yang berani ke korea, tapi dia juga cewek yang gampang tersentuh sama hal-hal romantis. Dia suka banget sama drama korea. Tipe yang nggak ada lembut-lembutnya. Dia menarik karena semangatnya bukan cuma karena tampak cantik. Dia juga menarik karena pembawaannya yang periang dan ceria. Si cewek ini bukan tipe pendendam sehingga dia mudah memaafkan orang lain. Di tambah lagi karena sifat cerianya itu dia gampang akrab sama orang lain. Pokoknya yang cewek nih tipe favoritku banget untuk mainin film soalnya jarang nemuin karakter yang bisa jadi setengah gila sekaligus konyol kayak dia, dan itu nyenengin banget. Tipe cewek yang ngangenin. Ehem.. jangan berlebihan dan beranggapan aku jadi balik suka sesama jenis karena panjangnya komentarku tentang karakter si cewek. Ini pandangan seorang penikmat cerita dimana memang faktor pendukung baik tidaknya sebuah film juga tergantung sama seberapa uniknya karakter tokoh tersebut. Menurutku, karakter yang membosankan bisa berdampak pada alur yang membosankan juga. Sedangkan kalo karakternya unik, kita bakal pingin lihat terus dan terus, dan cerita ini mendukung sekali karakter-karakter unik yang dibutuhkan itu.


Tapi tetep aja, menurutku film itu bisa dibilang bagus semua tergantung sama endingnya. Peletakkan ending yang pas dan sesuai adalah ide cerita yang paling cemerlang menurutku. Yaa.. nggak tau sih menurut yang lain gimana, tapi kalo buat aku, ending itu bagian terpenting yang akan berpengaruh pada pola pikir penontonnya. Pendeknya sih, ending itu kesimpulan yang bisa kita ambil. Dan sayang sekali, film ini kurang menyajikan ending yang sesuai dengan bayanganku, sebagai salah satu penonton. Bisa jadi penonton beranggapan berbeda, but this is me. Jadi wajar kalo ada pro dan kontra nantinya.

Alur ceritanya sebenernya udah bagus banget dan unik malahan. Bahkan karena alurnya yang unik itu aku bener-bener dibuat penasaran bagaimana akhir ceritanya. Aku penasaran dengan cara si pembuat cerita akan mengakhiri kisah cinta antara dua orang yang tidak saling kenal tapi saling mencintai. Aku berharap akan ada kejutan yang membuat kita tersenyum lebar dan hampir teriak karena endingnya akan diluar bayangan kita. Bukan berarti aku meminta happy ending ya. Apapun endingnya aku setuju asal bagaimana cara memolesnya agar aku tidak mudah menebaknya. Sayang menurutku ending film ini nggak kayak gitu. Meskipun terkesan sulit dan agak klimaks, tapi menurutku malah agak dipaksakan. Aku pikir dengan alur sebaik itu, film ini ditutup dengan akhir yang begitu simple dan aku cuma mlongo karena tiba-tiba muncul credit-title sedangkan aku masih menunggu kelanjutannya yang nggak bakal berlanjut. Rasanya tuh kecewa agak sebel gitu deh. Dan yang keluar dari mulutku adalah 'segitu doang?'. 


Aku juga nggak tau sih sebenernya tanggepanku itu berlebihan atau enggak. Mungkin setelah nonton filmnya Hello Ghost dengan ide-nya yang cemerlang, aku jadi agak sensitif sama ending suatu film, tolong maklum. Habisnya gara-gara itu, aku jadi selalu mikir kalo ending itu kunci sukses dari sebuah cerita. Ini subjektif banget ya, harap mengerti. Menurutku kalo dipoles sedikiiiit aja untuk endingnya,  mungkin film ini akan terdengar luar biasa, untukku. Bisa saja aku menyebutnya film paling romantis lho kalo endingnya dibuat lebih hebat. Yaah, kalaupun endingnya cuma mereka berdua akhirnya bisa ketemu di Thailand, dan diliatin gitu proses ketemunya kayak gimana, itu lebih baik daripada dibiarin menggantung dan kita disuruh berimajinasi sendiri, buat aku lho. Maksudku, ini film gitu.. kadang penontonnya perlu kepastian bagaimana film ini berakhir bukannya disuruh bikin ending sendiri. Walaupun tau sih akhirnya juga bakal kemana dan kayak gimana, tapi setidaknya kepastian untuk si penonton tuh dibutuhkan. Emang bisa kalo kita dah bikin ending sendiri trus difilm kan? kan enggak..

Sebenernya moral value-nya emang sengaja nggak pingin lebih dari itu sih endingnya maksudnya mungkin emang nggak pingin sama yang keegoisanku mau. Biar kerasa realitanya, kalo kata yang lain ya. Hmmm.... tapi nggak tau ah, aku tipenya nggak bisa nerima yang 'udah? gitu aja?'

Mungkin emang ekspetasiku aja yang berlebihan, tapi yaah sudahlah. Bagaimana kalian mengartikannya saja..

Aku kasih 7 dari 10 poin untuk film ini.

Edited at January 28, 2015
Daripada nanti muncul pertanyaan dan pernyataan atas ketidaksetujuan tentang bagaimana aku memandang ending film ini, well, that's only my opinion. Aku nggak membatasi teman-teman untuk punya opini lain yang menganggap bahwa ending ini luar biasa bagus. Silahkan. Tapi yang pasti, aku juga nggak bisa diarahkan untuk bisa memuja ending film ini kalo aku emang nggak terlalu suka, toh aku juga udah liat jadi aku ngerasain gimana rasanya waktu nonton film ini. Kalian juga pasti setuju kan bahwa setiap orang punya pandangan lain-lain dalam menyukai suatu hal? Lagipula aku juga bukan pengamat film yang baik yang akan menganalisis secara detail kenapa si pembuat membuat film dengan akhir seperti ini, kenapa membuat akhir film seperti itu, karena aku menulis ini semuanya disini berdasarkan perasaan yang aku rasakan setelah menontonnya, bukan semata-mata mencoba rasional. Apakah aku kesal setelah menontonnya, apakah aku ingin melompat-lompat senang setelah menontonnya, apakah aku menangis setelah menontonnya, atau aku cengoh setelah menontonnya. Hal-hal seperti itu yang aku ungkapkan disini. Jadi mohon maklum kalau pendapatku tidak sama dengan sebagian besar teman-teman.

Mmm.. katakan saja tentang kisah Rooftop Prince yang endingnya super duper nyebelin dan juga nggak happy ending. Secara logika, ending memang diharuskan dibuat seperti itu agar cerita lebih masuk akal. Tapi toh yang aku rasain setelah nonton juga nggak seneng-seneng amat sekalipun udah mencoba menjabarkan secara logika. Aku tetep nggak suka endingnya, but it's really nice drama. Dan film ini juga begitu, aku nggak suka endingnya, but it's still nice movie. Atau seperti insidious yang endingnya juga nggak happy ending, justru nyesek soalnya endingnya begitu. Aku bukannya terpaku sama happy ending selama akhir cerita film bisa diolah dengan apik. Siapa bilang insidous itu happy ending? Justru gantung menggantung kurang ajar endingnya. But hey, that's still my favorite movie until now. Dan itu semua karena endingnya yang bikin aku pingin loncat-loncat jejeritan pingin nyekek orang saking gemesnya.

Termasuk ending menurut aku yang bagus kayak gimana dan ending yang menurut temen-temen bagus gimana jelas juga bisa berbeda-beda kan? Dan sampai sekarang, dengan apapun itu yang pernah aku tonton hingga saat ini, bagiku ending yang baik tetap kalau bisa tidak ditebak dan di luar ekspektasi.

Salam, ADLN_haezh

20 komentar :

  1. kayakny bagus nih, ditambah ceritamu tentang film ini, pngen download..

    thanks nih, jadi tau ada film bagus meski endingnya tidak seperti yg diharapkan, wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe .. overall filmnya emang bagus kok :D
      selamat menonton :D

      Hapus
  2. hahahaa,ini adalah film yang selalu gagal aku tonton padahal udah pernah baca review-nya di majalah :(
    *langsung buru2 cari rental DVD,mau nyewa ahh*

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku dkasih sekali lngsung download, pdhl hello ghost yg bagus bgt aja malah ditunda2 kayak km wkwkwk

      Hapus
  3. film thailand emang bagus2 yah! beda banget ma disini ==" kayaknya ngebaca ceritanya seru nih! pengen nonton jugaaa xD oh ya! salam kenal ya! berkunjung ke blogku :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. tonton ajaa~ lumayan seru n lucu kook

      Hapus
  4. salah satu film thailand favoritku.. I'M DANG.. ngakak

    BalasHapus
  5. aku suka kisah2 romantisnya, menyentuh...
    apalagi ktika nenek2 nawarin kondom....
    hahahahahaha.....................

    BalasHapus
  6. bener banget... Saya terkejut tiba2 film nya abis... Padahal mreka blum brtmu di thailand

    BalasHapus
    Balasan
    1. naaah iya kan iya kan iya kaaan? kurang puas bangeeet jadi agak sebel deh..

      Hapus
    2. Hello strangger (cause I don't even know u). Oke, jadi begini, kamu mungkin salah satu orang terjebak dengan konsepsi alur film, sama kaya aku. Kita sama-sama tipe orang yang selalu berharap kisah fiksi harus HAPPY ENDING. Tapi film ini, justru menarik, karena bercerita tentang realita. Bahkan, kita pernah ngalami hal seperti di film itu, dan berakhir...sama seperti ending filmnya. thanks. nice posting btw

      Hapus
    3. makasih udah mampir ehhehe
      and that's your opinion.

      aku emang selalu berharap kisah fiksi harus happy ending, tapi kisah cerita yang berakhir bahagia juga nggak akan menarik kalo di olah datar-datar aja karena nggak memunculkan kesan mendalam. Aku nggak keberatan kalaupun kisah ini nggak berakhir bahagia, hanya saja aku butuh sesuatu yang lebih menguatkan untuk membuat film ini berakhir dengan luar biasa sehingga aku bisa terus mengingatnya dengan baik. Luar biasa bukan berarti happy ending ya.

      Bisa jadi emang aku terjebak, dan bener ini memang menekankan terhadap realita. Tapi mungkin aku butuh kejutan lain, bukan sekedar selesai dan sudah :)

      Hapus
  7. hihihi..baru nonton semalam di K**pas TV, gak liat pertamanya, mulai dari saat si cowok makan shusi gurita. Tapi menurutku endingnya cakep, coz endingnya gak bisa ditebak. Soalnya kan udah banyak yang akhirnya ketemuan, trus happily ever after ...

    BalasHapus
  8. iya ending.a g bgus bgt malah terakhirnya pas mw nyebutin nama malah lgsung bubar... kan jadinya penasaran...

    BalasHapus
  9. iya endingnya kurang berkesan dan terasa gak jelas.... coba diliatin dari pertemuannya, trus pernikahannya, pasti lbih mnarik lge... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget nihhh... kita taste-nya sama berarti wkakakakka

      Hapus
  10. Ga ada lanjutannya ya -,- ?

    BalasHapus
  11. Menurutku sebagai pengamat film (cie lah ), di ending film hello stranger itu malah termasuk ending yang sangat bagus. kita di buat penasaran. itu juga kan termasuk ending "yang tidak terbayangkan" sebelumnya. si penulis membayangkan/berharap agar endingnya happy, tetapi filmnya menutup endingnya berbeda dengan yang dibayangkan, nah itu membuat film itu sukses.. dan sekiranya ada salahsatu dialog menyatakan bahwa percintaan itu ga seromantis kaya di film2.. dan kenyataannya emang begitu..hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. mmm... yeess... mungkin aku perlu nonton film ini sekali lagi buat mastiin apakah aku masih memandang endingnya seperti reviewku atau mungkin sudah berubah :)
      thanks komennya

      Hapus

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Catatan Terbaru