Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

[ Opini ] Kalau Lagi Galau

Senin, Juni 18, 2012

Aku bohong kalo bilang aku nggak pernah galau. Dan aku bohong kalo aku bilang keadaanku selalu selaras. Bohong juga kalo setiap orang nggak pernah galau. Kadang mereka nggak mau ngakuin kalo diri mereka sedang mengalami situasi GALAU, padahal sebenernya apa yang mereka rasakan ya itulah galau. Menurutku lhooo~

Setelah mencari di berbagai sumber, termasuk aku sendiri sumbernya, aku ngartiin kalo kata galau sendiri itu memiliki arti yang luas. Ya, kalo dari pendapat dan opiniku sih gitu ya, soalnya menurutku galau bisa disebutkan di banyak keadaan. Tapi karena aku nggak bisa dapet contoh-contoh yang pasti, jadi aku pakai diriku sendiri sebagai contoh deh, misalnya:

  • Ketika aku sedang dilema terhadap beberapa pilihan dan itu membuatku bingung dan frustasi, aku biasa menyebutnya galau. Ex: bingung milih mau kerja atau kuliah.
  • Ketika aku sedang menghadapi satu kenyataan yang tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan, aku menyebutnya galau juga. Ex: dapat nilai jelek
  • Ketika aku kecewa, sedih, kesal, marah terhadap sesuatu yang sudah kita kasih ekspetasi tinggi, aku juga bilangnya galau. Ex: nonton drama yang ceritanya gantung, berharap ada kelanjutan ceritanya, tapi sampe kita guling-guling pun nggak bakal terkabul kecuali minta sama SWnya sendiri.
  • Ketika bingung, cemas, dan deg-degan karena akan melakukan sesuatu yang tak kusukai, atau karena sedang menunggu suatu hasil. Ex: hari-hari sebelum presentasi Tugas Akhir, atau menunggu hasil Ujian.

Singkatnya, aku menyebut galau untuk suatu keadaan yang membuat aku ingin menangis tapi tidak bisa meneteskan air mata sehingga menyebabkan rasa sesak tiba-tiba, dicampur dengan perasaan bingung dan frustasi. Atau ketika kita marah terhadap sesuatu, kecewa terhadap sesuatu, dan bahkan sedih terhadap sesuatu tapi tidak tahu apa yang harus dilakukan. That's the point: Ketika kita tidak memiliki titik temu penyelesaian dari masalah yang sedang kita hadapi. Atau mudahnya adalah, ketika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan masalah kita sesulit apapun kita berfikir.


Dampak dari galau sendiri itu, apakah baik? Nope. Galau sama sekali nggak berdampak baik untuk tubuh kita, untuk jiwa, dan bahkan untuk pikiran kita. Kenapa? Karena ketika kita galau, kita jadi malas beraktifitas, ketika kita galau kita jadi tidak bisa memikirkan dan fokus terhadap hal lain yang mungkin lebih penting, dan yang pasti galau itu bisa bikin mood kita jadi buruk. Dan kalau moodnya buruk, segala yang kita lakukan akan jadi lebih buruk, dan kita juga bisa bikin orang-orang jadi malas deket-deket kita karena mood kita yang tiba-tiba jadi buruk itu. 

So, galau itu sebenernya secara sadar adalah sesuatu yang tidak pernah diinginkan kehadiran. Siapapun yang tahu dampak buruk dari galau itu pasti benci setengah mati dengan galau. Tapi tanpa sadar, perasaan-perasaan galau itu memang tidak bisa dihindari. Karena kita sendiri terkadang sulit mengontrol perasaan yang tiba-tiba suka muncul kehadirannya bahkan ketika kita tidak menyuruhnya untuk hadir. Seperti ketika kita marah, siapa sih yang pingin jadi pemarah? tapi rasa marah itu muncul tiba-tiba. Juga ketika kita sedih dan ingin menangis, ketika kita kecewa, ketika sulit menerima keadaan, emosi-emosi ini memang menjadi sesuatu yang sulit sekali dihindari. Karena kita tidak bisa menghindari emosi-emosi itulah, yang biasa kita lakukan kemudian adalah menyembunyikannya. Kita akan berfikir bahwa biarlah kita yang merasakan, orang lain tidak perlu tahu. Ehm.. yah, terkadang adalah orang-orang kayak gitu, termasuk aku.. hahahha .. Cuma, kebanyakan orang yang lain, langsung mengeluarkannya di tempat, itu juga nggak masalah. Itu hak tiap manusia untuk bertindak terhadap emosinya masing-masing.

Kembali ke galau. Karena galau itu kehadirannya suka tiba-tiba dan kehadiran perasaan-perasaan galau itu bukan sesuatu yang kita inginkan, sehingga yang terjadi pada diri kita selanjutnya adalah terpuruk dan termenung. Oh, tapi jangaan.. jangan terus kayak gitu. Mungkin untuk beberapa saat masih bisa dimaklumi, tapi kalo terus-terusan apa nggak capek? Galau tuh kan menguras tenaga dan pikiran juga. Dan karena galau itu emang bukan sesuatu yang bisa dihilangkan dan dihapus dengan mudah, yang bisa aku lakukan untuk sekiranya mengurangi kadar galau itu, biasanya aku melakukan hal-hal yang kiranya bisa mengurangi perasaan galauku ini. 

Setiap orang pasti punya caranya masing-masing memang, so, ini adalah caraku untuk menenangkan diri dan sedikit lebih setidaknya untuk menghindari perasaan galau.

Cerita/Curhat
Yap, kebanyakan orang aku pikir melakukan hal ini untuk setidaknya bisa melampiaskan kegundahannya. Aku juga biasanya melakukan hal ini tapi hanya pada orang-orang tertentu yang mengalami hal yang sama sepertiku. Kenapa? Karena kalo temen ngobrolnya lagi ngerasain hal yang sama seperti kita, kita curhatnya jadi lebih pasti. Dengan begitu kita bisa saling bertukar letih untuk masalah yang sama, bukannya menambah beban pikiran. Coba aja kalo temen curhatnya nggak punya tema galau yang sama dengan kita. Udah dia capek sama kegalauannya, kita nambah sama kegalauan kita, jadi tambah galau, begitu juga sebaliknya. Contoh aja nih ya, misalnya aku lagi galau karena ada drama yang endingnya nggak memuaskan dan itu bikin kesel setengah mampus padahal kan cuma drama doang. So, karena aku nggak punya temen-temen yang sama-sama suka sama drama ini, biasanya aku lari-lari ke forum indonesia, misalnya Lautan Indonesia, dan berbagi kekesalan menjadi topik bahan pembicaraan. Biasanya sih perasaan galauku perlahan memudar karena kita bisa mengikis kegundahan itu satu demi satu dengan menceritakannya.
 
Menulis
Yap, ini cara yang paling umum, yaitu menulis. Tapi menurutku ini cara yang paling efektif. Kalau kita nggak punya temen yang bisa di ajak ngobrol atau nggak ada forum yang sesuai, maka bicaralah dengan pena, bicaralah dengan kertas, bicaralah pada tulisan. Kebanyakan menggunakan media diary, tapi belakangan ini agak modern yaitu pakai blog. Tujuannya sih simple aja, yaitu menguraikan satu-satu penyebab kegalauan kita dengan menggunakan kata-kata. Biasanya kalo udah ditulis secara rinci dan urut, galaunya kerasa pindah dari hati ke blog atau dari hati ke diary.

Selain menulis curhatan unek-unek, kegalauan juga bisa dituliskan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kayak misalnya aku yang habis nonton drama bagus gitu ya, trus galau gak tau gara-gara apa, biasanya aku bisa ngilangin galaunya perlahan-lahan setelah nulis review-nya. Selain membantu mengurangi kegalauan, itu juga bermanfaat buat memberikan informasi tentang kesan kesanku.

Berteriak
Berlari ke pantai, kemudian teriakku..
Itu cara yang juga bagus untuk melepaskan kegalauan kita. Meneriakkannya sekencang mungkin dan mengatakan semua yang bikin kita galau. Lebih enak emang di pantai, tapi kalo nggak bisa di pantai carilah lapangan luas dan kemudian berteriaklah. Ini adalah sesuatu yang pingiiin banget aku lakuin kalo lagi galau. Sayang, nggak pernah bisa soalnya nggak pernah ketemu tempatnya. Tapi emang kayanya asik kalo bisa teriak-teriak gitu..

Membaca/Menonton
Biasanya kalo masalah galauku bukan karena novel ataupun drama atau film gitu, biasanya aku memakai media buku dan komputer untuk nonton atau membaca. Tapi cara ini nggak cukup efektif, soalnya bisa bikin ketagihan dan berdampak pada kegalauan lain dengan tema berbeda. Haha.. jadi ini cara yang disebut dengan 'keluar dari mulut singa masuk ke mulut buaya'. So, aku pakai cara ini buat menenangkan doang, nggak bisa bener-bener mengikis rasa galaunya.

So, kalo kalian bilang galau itu nggak ada obatnya dan cuma bisa dirasakan doang, kalian salah. Galau tuh nggak baik lho untuk aspek apapun juga. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan dari pada hanya sedang bergalau ria. Aku juga ngaku kalo aku suka galau, tapi setidaknya aku juga nggak suka kalo membiarkan penyakit galau itu terus-terusan melekat dan nggak hilang. Yang paling baik ketika kita galau adalah tidak dengan berdiam diri, tapi bertindaklah. Setidaknya, berbuatlah sesuatu untuk meredakan perasaan galau itu dan menenangkan perasaanmu, barulah lakukan aktiftas-aktifitas lain yang lebih baik.

Akhirnya, jangan jadikan galau itu sebagai makanan sehari-hari, tapi jadikanlah galau itu sebagai penyakit yang harus dihindari. Lakukanlah banyak hal dan carilah banyak hal yang bisa membuatnya berkurang, bukannya bertambah. At least, itu baik untuk memperbaiki hari kita yang keruh.


Tambahan


Berdoa..
hehe aku lupa kasih tau ini padahal ini sebenernya adalah yang paling penting dari segala hal dan cobaan yang kita hadapi.Mendekatkan diri pada sang pencipta. Kalau kalian bingung, bicaralah pada Tuhan, kalau kalian susah mintalah keringanan pada Tuhan. Semua yang ada di tangan Tuhan itu nggak ada yang nggak mungkin. Selama kalian berdoa dengan sungguh-sungguh dan sudah mencoba yang terbaik tentunya.

Salam, ADLN_haezh

18 komentar :

  1. Berteriak..sama seperti yang kulkukan..

    http://gopar-gt.blogspot.com/2012/06/aku-tidak-lagi-galau.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. aku malah pingin ngelakuin -___-

      Hapus
  2. Dengan kata lain, galau adalah ga tau mau berbuat apa ketika sedang menghadapi situasi yg buruk. :)

    BalasHapus
  3. kalau galau lebih baik mendekatkan diri pada tuhan.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. oh iya bener ini juga ..
      astagfirullah.. kenapa aku lupa masukin ke list ya ..

      Hapus
  4. pengen teriak kalo lagi galau tapi jauh dari pantai.. -___-

    BalasHapus
    Balasan
    1. samaaa~ aku juga jauh dari pantai hehehe

      Hapus
  5. wah kalau lg galau tuh ga nentu mau ngapain sgalanya jd suram, klw pun harus teriak2,, bngung dkota besar bgiti teriak susah kecuali saat hujan deras tu,,
    thanks ya nice posting,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, makannya aku jga bingung kalo mau teriak kemana.. hehe

      Hapus
  6. betul soal menulis
    kalau nulis apa yang kita galaukan
    entah kenapa perasaan lebih tenang :D

    BalasHapus
  7. menulis dan teriak cara mudah dan efektif ngilangin galau. gue juga sering pake cara itu.

    BalasHapus
  8. artikel yang sangat berbobot, karena setiap kata katanya mudah di pahamai,, semoga sukses teman,,,

    BalasHapus
  9. siip setuju pokoknya kalo galau mending dilampiaskan pada hal hal positif :D
    salam kancut juga salam solid kakak :)

    BalasHapus
  10. Tips terakhir ga bisa ditawar-tawar..
    Khususnya untuk galau yang ga ngerti sebabnya kenapa..

    Deket sama sang Pencipta bikin intensitas galau hadir sangatlah jarang.
    Kalaupun galau, gak bakal sampe menahun..:P

    BalasHapus

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Catatan Terbaru