Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review: Secrets of a Summer Night

Minggu, Agustus 25, 2013


Secrets of a Summer Night

My rating: 5 of 5 stars



Aaaaaahhhh... ini novelnya bagus bangeeetttt.. aku bertanya-tanya apakah aku akan menemukan novel yang sesuai ekspektasiku di seri Wallflowers ini, yang banyak orang-orang berteriak histeris mengenai kisah di buku ini. Well,, I found it here. yaaayy!! kemaren waktu baca yang Devil in Winter aku menemukan beberapa hal menarik yang sesuai dengan seleraku dalam cerita-cerita dengan genre romance, tapi tidak bisa cukup memuaskanku untuk memberikan bintang lima pada novel tersebut. Ada beberapa hal yang rasanya kurang lengkap di jabarkan disana. Tapi tentu itu tidak membuatku menyerah untuk membaca seri ini, justru berkat buku tersebutlah aku tertarik membaca seri sebelumnya.

Lalu ketika aku membaca novel ini nih, dan waaaawww~ aku sukaaaa semua cerita dan konfliknya. Suka banget sama Simon yang terang-terangan nunjukin ketertarikannya pada Annabelle di awal buku dan itu membuatku ingin terus membacanya. Kemudian, Annabelle yang memiliki selera kuat tentang calon suami seorang bangsawan dan kemudian dengan seenaknya menolah penawaran-penawaran Simon. Awalnya aku sempat nggak terima sama cara pandang Annabelle yang merendahkan Simon, seorang Entrepreneur yang sangat sukses dan bahkan menurutku ia lebih keren daripada bangsawan jenis apapun yang mengandalkan keterikatan darah. Tapi disitulah masalah besar cerita ini. Karena mengusung cerita historical, perbedaan kelas sosial seperti itu menjadi topik yang sangat menarik untuk di bahas di novel ini. Bagaimana Annabelle yang awalnya tidak ingin bersinggungan dengan Simon, perlahan merasakan kebutuhan mendalam pada pria tersebut. Keberadaan Simon yang awalnya terkesan kasar dan tidak tahu aturan itu kemudian menjadi salah satu keunikan tersendiri dengan laki-laki itu yang membuatnya berbeda dari laki-laki bangsawan lainnya. Annabelle awalnya kesal, tapi apa yang Simon lakukan (dimana semua yang ia tunjukan merupakan kejujuran) perlahan membuat Annabelle meleleh dan merasakan ketertarikan mendalam terhadap pria tersebut meski tanpa sadar.

Seandainya menjadi Guide Dadakan dan Amatiran

Senin, Agustus 19, 2013


Tulisan ini diikutsertakan dalam GIVEAWAY : YOU ARE MY SUNSHINE by Clara Canceriana. 

Waah…  kelihatannya pekerjaan guide amatir ini cukup cocok dengan kemampuan saya. Daripada menjadi guide professional yang harus mengerti semua sudut-sudut kota kelahiran saya ini, setidaknya saya hanya perlu memberitahu tempat-tempat penting yang sudah saya mengerti karena ‘memang harus mengerti’ karena saya orang Jogja.

Jadi, tempat manakah yang akan saya sodorkan kepada para turis yang datang kepada saya dan meminta perjalanan singkat untuk bisa menikmati kota kecil tercinta saya ini? 

Tujuan yang paling penting dalam perjalanan saya adalah menaruh turis ke inti kota Jogja, tepatnya di sepanjang jalan Malioboro. Kenapa Malioboro? Karena semua tempat penting di Jogja berada di satu rute. Jadi sekali jalan bisa langsung menghirup kekhasan kota Yogyakarta. 



Menurut saya, sebagai orang Jogja, saya perlu membanggakan kebudayaan kota saya sendiri sebelum membawa mereka membeli oleh-oleh di mall. Jadi, pilihan saya akan jatuh ke Taman Budaya Yogyakarta. Gedung ini merupakan pusat kebudayaan sekaligus etalase bagi ragam seni kebudayaan daerah. Adaaa banyak sekali pagelaran kesenian tak terhitung dan karya-karya para perupa yang di pamerkan di tempat ini. Visi TBY yaitu “The Window of Yogyakarta” yang berarti disinilah jendela kita untuk mengenal kota Yogyakarta. Itulah kenapa, berkunjung ke tempat ini menjadi tujuan penting turis di Jogjas.


Kedua, saya akan mengajak si turis ke kraton Yogyakarta dan. Kenapa? Kraton Yogyakarta merupakan bukti bahwa kota ini dipimpin seorang Raja yang kita sebut Sultan dimana disini sangat khas dari semua sisinya bahasa, pakaian, adat, dan lainnya. Di kraton ini kita bisa sekalian mampir ke Taman Sari yang merupakan salah satu bagian dari Istana. Dulunya tempat ini merupakan tempat Sultan dan para Selirnya bersantai untuk menghabiskan waktunya di menara sambil melihat kolam pemandian Putri. Ada juga museum di kraton ini dan turis bisa menikmati peninggalan sejarah apa saja yang ada disana.

Selain kedua tempat penting tersebut, di sepanjang malioboro kita masih bisa mampir ke Musium Vredeburg atau ke taman pintar yang tidak jauh dari sana untuk melihat peninggalan sejarah. Barulah setelah kita tahu beberapa hal menarik tentang Jogja, saya akan mengajak mereka menikmati kuliner khas Jogja yaitu Gudeg dan setelahnya akan saya bawa mereka mencari oleh-oleh di sepanjang pelataran Malioboro.

Tempat-tempat wisata sebenarnya masih sangat banyak berhamburan di setiap sisi kota ini, tapi karena saya hanya amatir, jujur saja saya juga tidak terlalu tahu jalan menuju ke tempat-tempat lainnya. Terlepas dari itu, semoga ini menjadi tujuan menarik bagi turis yang datang. Selamat menikmati

Review: Devil in Winter


Devil in Winter

My rating: 4 of 5 stars



aku jaraaaaang banget baca buku impor kecuali kalo disogok karena jujur aja, aku nggak pinter menilai buku impor dengan genre romance karena bisa di tebak pasti banyak adegan ranjangnya. Bedanya, kalo emang bagus kita bisa ikut terbawa hanyut sama alur ceritanya bukan sekedar adegan hot-nya. Mmmm... novel ini bisa dibilang merupakan novel pertama yang akhirnya membuatku tertarik setelah lihat reviewnya di goodreads bukan karena disogok dan karena booming. Awalnya mau download aja di Internet sekalian belajar baca novel bahasa inggris, tapi yaaah... di rental buku yang biasa aku kunjungi tiba-tiba novel ini nongol gitu aja. Kelihatannya Lisa Kleypas cukup tenar ya karena banyak banget bukunya pas aku cek di rak rental tersebut.


Ah, back to the book.
Waaaaaaaaaaaaahhh... emang sih tebakanku nggak salah, banyaaaak banget adegan hot-nya. Hampir 60% isinya pasti kalo nggak kissing ya apalah. Tapi kalau kupikir-pikir, mungkin ini ciri khasnya. Aku bisa menemukan Lisa menulis bagian 'itu' sampai beberapa halaman dan kupikir nggak terlalu masalah kali ya. Hanya saja yang pada akhirnya membuatku memutuskan bahwa buku ini bagus adalah karena interaksi para tokohnya membuatnya sangat senang entah karena apa. Interaksi mereka yang saling merayu itu justru membuatku menikmatinya.

Review Film ' The Conjuring '

Senin, Agustus 12, 2013

 


Saya belum pernah menonton film horror sekalipun di dalam bioskop. Alasan utamanya adalah karena saya tidak memiliki faktor kuat untuk menontonnya di dalam bioskop ketika saya tahu bahwa film tersebut akan keluar bajakannya. Dan walaupun saya terhitung penakut untuk menonton film hantu, tapi saya juga cukup pemilih untuk menentukan apakah film horror tersebut bagus buat saya atau tidak. Yang jelas, segala film yang saya tonton di bioskop harus bisa di pastikan sebelumnya kalau film tersebut worth untuk di tonton.

Ketika tahu The Conjuring tayang di bioskop, tentu saya tidak serta-merta menyerbu bioskop untuk menontonnya ketika saya sendiri tidak yakin dengan ceritanya. Bahkan trailernya tidak langsung membuat saya tertarik sekali tonton.Walaupun, saya sendiri mengakui bahwa trailernya saja sudah membuat saya berteriak karena takut, tetapi itulah, trailer menurut saya lebih banyak menipunya. Ketika saya melihat review-nya, saya juga masih tidak tertarik walaupun si penulis mengatakan bahwa film tersebut bagus. Satu-satunya hal yang membuat saya tidak menghabiskan banyak waktu untuk bisa menonton film tersebut adalah karena directornya adalah James Wan, dimana dialah yang sebelumnya membuat film terkenal ‘Indisious’. Saya mengakui bahwa Insidious adalah salah satu film horror barat yang sampai sekarang masih memberikan kesan mendalam bagi saya sendiri. Meskipun secara keseluruhan alur agak sulit untuk saya menceritakannya kembali, tetapi ketika saya ditanyakan film horror terbaik apa yang saya sukai maka Insidious adalah salah satu yang akan saya sodorkan. Dulu, ketika masih belum mengenal Insidious, film horror yang sempat perhatian saya adalah Paranormal Activity . Poin penting yang membuat saya tertarik adalah kesan yang seolah-olah nyata karena di ambil langsung melalui kamera sehingga kita merasa bahwa film tersebut akan terasa seperti film documenter. Hanya saja, semenjak Paranormal Activity tersebut terus berlangsung sampai seri ke-empat, saya mulai merasakan rasa jenuh dengan eksekusi yang tidak jauh beda. Baiknya adalah karena saya suka dengan puzzle yang diberikan sebagai bumbu utama film ini sehingga kita terus berfikir sampai akhir.

Drama Korea ' I Hear Your Voice '

Minggu, Agustus 11, 2013

Rasanya senang sekali kali ini aku berhasil menepati janjiku 100%. Menyelesaikan drama I hear your voice yang baru tamat beberapa minggu lalu. Dan aku seneng banget akhirnya kesampaian juga hari aku akan menulis review tentang drama ini...



Untuk alurnya sih temen-temen bisa cari di google yaa.. sinopsisnya dah ada dimana-mana kok tenang aja. Karena aku orangnya lebih suka langsung to the point jadi nggak suka berlama-lama cerita tentang garis besarnya. Hehe... mian ya mian

I hear your voice menurutku ... yah, untukku ini adalah the best drama in 2013 for all of the aspect. Actor, acting, story, just all. Dan untuk alurnya sendiri, waaaaahhh... awesome. Aku nggak mau berlama-lama bercerita tentang alurnya, karena semua episode yang di tampilin disini dari episode awal bakal bawa kalian buat lanjut dan lanjut. Aku suka cara drama ini memberikan kejutan dan rasa penasaran di setiap episode. Just love it. Di pertengahan cerita mungkin banyak yang bisa menebak alurnya, tapi entah kenapa aku merasa bahwa itu sengaja, karena kemudian kita akan terus di giring untuk mengkonfirmasi apakah tebakan kita itu benar atau tidak. Lagipula walaupun sempat bisa di tebak ceritanya, tapi toh tetep deg-degan pas nontonnya.

Catatan Terbaru