Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review Karakuri Odette by Suzuki Julietta

Minggu, November 30, 2014



Gara-gara komik Kamisama Hajimemashita itu, aku jadi penasaran sama komik lainnya Suzuki. Sayang Cuma dikit banget dan aku mutusin buat baca yang udah tamat aja. Dan well, bagus banget. Tetep aja bagus walaupun hitungannya dia keluaran jauh lebih lama daripada Kamisama Hajimemashita.

Dan awalnya aku tertarik karena ternyata disini Suzuki ngambil cerita tentang robot cewek. Karena aku kira awalnya genrenya masuk romance juga, jadi aku liat langsung di ending. Sayangnya tetep nggak jelas itu yang jadi cowoknya si Odette ini akhirnya siapa ya? Yaudah deh aku baca deh dari awal.

Review Kamisama Hajimemashita / Ciuman Dewa by Suzuki Julietta

Aaaaaakkkk sebenernya aku pingin beleber ngomongin soal komik dan animenya Kamisama Hajimemashita / ciuman dewa doang, tapiiii… selesai itu malah baca komiknya Suzuki Julietta yang Odette jadi yaaah… harus langsung nulis dua ini. Habis dua-duanya bagus. banget. sih.

And I should say that’s they are so awesome aaaaakkkkk…. Hmm.. tapi yang mana dulu ya enaknya yang di review. 

Ciuman Dewa


Ini komik di kasih tau sama sepupuku di Surabaya yang katanya siiiih, bagus. Tapi waktu took a look for the first time, it seems not taking my interest too much, so I didn’t continue read it.

Tapi trus suatu hari waktu aku nginep tempat sodaraku ini, dia bawa kan beberapa seri terakhir doang dan aku iseng baca sih. Nah kebetulan pas aku baca tu isinya udah developing some romance thing gitu dan aku langsung dapet emosinya. Dan entah kenapa aku ketagihan. Dan entah kenapa rasanya kayak harus baca gitu. Akhirnya waktu balik ke Jogja aku baca deh. Udah lama kan ya aku nggak baca komik, secara belakangan waktu itu bacaanku cuma bekisar di novel dan drama. Rasanya tu kayak komik udah nggak ada yang bagus dan menarik minatku. Yang bagus-bagus belum nambah chapter atau udah tamat duluan. Yah, pokoknya itulah. *seneng banget ya aku nyeritain History nggak penting gini*

Review Drama: Pasta (Gong Hyo Jin, Lee Sun Gyun)

Jumat, Oktober 10, 2014



Ini drama tahun 2010 yang baru aku tonton kemarin, yang artinya aku udah telat 4 tahun dari tahun rilisnya, tapii... ya emang mungkin ini saatnya aku nonton karena tertarik.

Jujur aja, dulu aku biasa aja sama drama ini dan nggak tertarik karena tokohnya terlihat terlalu tua kala itu. Terus sepupuku kan bilang kalo drama ini kayak acaranya master chef gitu. Nah, waktu pertama kali lihat ya emang tokoh utama cowoknya kelihatan lebih keren dari Juna tapii...tokoh ceweknya kayak terlalu tua gitu, jadi deh aku nggak jadi nonton.

Kemudiaaaan, aku kenal cewek itu di dramanya Master Sun dan it's soo good and I was starting like her. Dan kemarin mau nonton It's Okay That's Love, eh jatuhnya malah nonton ini, gara-gara.... ya mungkin karena umurku udah makin tua ya, trus bacaan novelku juga udah yang bukan remaja gitu. Bisa jadi seleraku terhadap hal-hal seperti itu sudah berubah? Bisa jadi.

Karena kalau perlu diketahui, waktu aku coba buka lagi dramanya Pasta untuk iseng-iseng, yang aku rasain adalah. Cowoknya ganteng, keren bangeeeettt. Aku bisa langsung ngerasain dari permainan emosinya. Dan ceweknya, karena aku udah familiar, jadi aku ngerasa siap aja buat nonton drama ini. Daaan... nonton deh.


Drama ini komedinya nggak kenal ampun. Dari episode pertama sampai terakhir selalu ada bagian aku pingin ketawa. Adaa aja tingkah lakunya. Dan kelucuan drama ini semua berpusat di setiap karakternya aja. Karakter disini lumayan unik-unik, apalagi yang anak-anak dari Italy itu mereka unyu-unyu bangeeett.. Lucu pula mereka haha.


Hal menarik yang bikin ketar-ketir di drama ini sudah disajakikan mulai dari menit pertama. Episode pertama bisa dipastikan akan membuat penontonnya tidak tahan untuk melanjutkan ke episode berikutnya, dan kurasa itulah kekuatan drama ini. Ada banyak bagian yang mudah ditebak, tetapi karena pengetahuan penonton tentang hal tersebut justru membuat suasana menjadi jauh lebih tegang. Episode pertama yang menceritakan pertemuan kedua tokoh utama membuat kita berhasil jatuh cinta dengan karakter Choi Hyun Wook tanpa benar-benar tahu apa yang ada di pikirannya. Kita dibawa ikut mengalir dengan karakternya yang so gentleman kemudian dikagetkan dengan karakternya yang keras tetapi tidak membenci karakter ini. Karena disini kita diberi kesempatan untuk menaruh harapan tentang sifatnya yang lain.


Luhan left Exo, left me, but what can I do really?



Huffffff
Hufffff
Huuuuuuuffffff

*apasih?*

Buset deh nulis artikel lagi tentang boyband karena BIAS AKU ngasih kabar paling buruk yang pernah aku denger selama aku ngikutin hiruk pikuk dunia kpop. Jadi ini artikel yang sedih dan lebih lebay dari biasanya. Maaf kalo terganggu ya.

Jadi gini, hari ini waktu aku lagi serius-seriusnya ngerjain tugas kelompok videografi, tiba-tiba aku dapet BBM dari temenku yang emang sering berbagi suka duka tentang korea.

Dia bbm gini tiba-tiba:

"Luhaaaaaannnn :'("

Trus aku kan bingung ya, tumben ni anak bbm aku tentang luhan. Nah, berita terakhir tentang Luhan itu adalah dia sakit, trus... yaudah. Aku masih positif thinking deh, nggak pernah deh mikir aneh-aneh, namanya juga udah cinta sama si Luhan.

Review Film India Taare Zameen Par

Sabtu, Oktober 04, 2014


Aaaaa.... Rasanya kali ini nggak boleh deh yaa sampe nggak nulis reviewnya.
Karena setelah 3 tahun nonton ini lagi aku masih jatuh cinta dan bahkan menangis menontonnya. Tanpa bosaaaan sedikitpun!!!


Film ini mengajak kita untuk mempedulikan siapapun di sekitar kita. Mengkritik secara keras kepada guru dan orang tua di luar sana yang tidak pernah benar benar mengerti apa yang ingin diungkapkan anak dari tingkah lakunya tersebut.

Review: Keajaiban Hati (The Magic of You)

Senin, September 01, 2014


Keajaiban Hati (The Magic of You

My rating: 5 of 5 stars



Aku baru baca 3 novelnya JL, tapi dua diantaranya aku kasih 5 bintang berturut-turut. Entah kenapa aku sangat suka bagaimana JL mengolah kisah-kisah para tokohnya menjadi sangat menarik dan sama sekali tidak membosankan.

Novel ini ngegemesin, lucu, rame, seru, romantis, tegang, pokoknya komplit!
Alurnya sama sekali nggak ngebosenin. Aku aja nggak bisa berhenti baca. Setiap kali aku berhenti palingan cuma bisa istirahat 10 menit paling banyak trus nggak tahan buat ngelanjutin. Karena emang novel genre HR itu kadang sulit ditebak kalo curi-curi baca di belakang, akhirnya aku menyerah untuk nyari spoiler dan membaca dengan sabar dari awal, yang bikin aku nggak sabar buat nyelesein.

Kalo di novel lain sih palingan aku nggak suka ya percakapan yang tidak melibatkan tokoh utama, apalagi kalo sudut pandang di putar ke para tokoh pendukung. Nah, novel ini kayaknya pengecualian, karena aku nggak berhenti jatuh cinta sama setiap karakter pendukung yang menempati porsinya sebagai sudut pandang cerita. Kisah antara James sama Georgina juga dari awal walaupun porsinya banyak dan tidak melibatkan tokoh utama, tetep aja aku suka setengah mati. Malah rasanya aku jadi tambah nggak sabar pingin baca tentang kisah mereka. Pingin tereak deh pokoknya~ James sama Georgina ngegemesin banget. Belum si Jeremy yang bikin sesek nafas soalnya pesonanya bisa meluap-luap bahkan di porsinya yang cuma sedikit tapi sangat dominan.

Review: Fifty Shades Darker

Minggu, Agustus 31, 2014


Fifty Shades Darker

My rating: 4 of 5 stars



liburan ini tiba tiba aku kangen baca buku ini. Dan setelah aku baca lagi akhirnya aku baru bisa nulis reviewnya. Akhirnyaa...

Phew. ternyata aku banyak yang lupa alurnya dan skarang aku ngubah bintang empat ke lima untuk yang seri dua karena ternyata sebenernya isinya perfect buat aku. Mmmm... alurnya lancar dari mulai mereka baikan dan segala macam kompromi dan perubahan di sisi christiannya sendiri. Yah meskipun ada bagian yang agak boring tapi bisa di maafkan laah. Trus juga aku suka bagian waktu christian sadar bahwa dirinya cinta setengah mati sama Ana. Dan dia ngomong I love you banyak banget. Geez mengingat bagaimana rude nya dia di buku pertama dan lihat betapa lembutnya ia disini dengan segala ketakutannya mengenai ana yang bsa sewaktu waktu oergi, mmmm... i found it so much sweet. Pertengkaran mereka tentang Elena juga bikin aku senyum. Kyaknya christian tuh takut banget kalo kata katanya bikin ana pergi lagi. Udah kayak trauma deh bagian mereka break.

Review: Somewhere I'll Find You - Kembali Bersamamu


Somewhere I'll Find You - Kembali Bersamamu

My rating: 3 of 5 stars



3,5 stars

agak bingung juga mau kasih bintang berapa soalnya ya mau komentarnya juga bingung hahaha

novel ini bagus. Novel ini tetep asik di baca dan aku menikmatinya. Aku masih dibawa berdebar debar di sepanjang cerita. Aku juga suka tarik ulur si Julia disini. Aku suka lemah pertahanannya Julia kalo udah berhadapan dengan Damon dan kepekaannya yang luar biasa karena bisa langsung mengartikan perasaan perasaannya.

Masalah utama tentang kenyataan bahwa mereka berdua sudah dinikahkan dari kecil itulah masalah utama Julia untuk terus menghindari Damon meskipun hatinya berkata lain dan ia sadar sepenuhnya tentang hal tersebut. Dan sampai akhir pun masalahnya tetap disana. Ketakutan Julia terhadap hilangnya kebebasannya.

Aku pingin kasih bintang 4 sebenernya karena di sepanjang buku ini sungguh aku dibuat berdebar-debar. Hanya saja sikap Julia yang terlalu takut untuk melepaskan kebebasannya itulah yang agak membuatku bosan. Untungnya ada banyak kejadian sehingga bisa membuat Julia selalu jujur di depan Damon dan sikap Damon memang selalu berhasil membuat Julia tergoda menyerahkan segalanya.

Review: Kado Istimewa (The Present) - Malory Family Series Book 6


Kado Istimewa (The Present) - Malory Family Series Book 6

My rating: 5 of 5 stars



Happy Ending!!
Aku suka banget sama endingnya. Ya ampun, kalo ada pertanyaan apa yang menjadi pertimbanganku untuk memberikan bintang pada novel bacaanku, jawabannya adalah ending!
Entah kenapa masalah ending ini sangat berpengaruh pada penilaianku untuk novel yang kubaca. Well, kupikir novel yang bagus adalah novel yang membuatku sangat gatal untuk membahasnya sesaat setelah selesai membacanya, yang itu artinya setelah aku menyentuh ending.

Kisah keluarga malory ini aku baru ngikutin satu doang, kisahnya Reggie dan Nicholas, dan disana aku sudah jatuh cinta dengan karakter di keluarga ini. Ketika mendapati novel The Present, aku nggak nyangka kalo ternyata novel ini udah hampir bisa dibilang adalah novel epilog. Aku bisa merasakan atmosfirnya yang sangat menyenangkan dengan banyaknya anggota keluarga di buku tersebut. Karena ada banyak pasangan yang nggak aku ikutin kisahnya sedangkan aku sangat suka dengan karakter-karakter keluarga ini sendiri, novel ini membuatku semakin penasaran dengan kisah yang terjalin antar setiap pasangan di keluarga ini.

Review: Because You're Mine - Karena Kau Milikku

Jumat, Agustus 29, 2014


Because You're Mine  - Karena Kau Milikku

My rating: 4 of 5 stars



Ya ampuuun.. novel ini jelas lebih bagus daripada novel pertamanya somewhere i'll find you. Aku emang udah penasaran sama Logan Scoot di buku pertama, dan ternyata emang bener, Logan jauh sangat memukau! Karakternya bisa bikin melting... eerrrgh

Di novel pertamanya, aku sempat bingung dengan karakter ini. Dan sempat terganggu kehadirannya karena memiliki potensi yang sangat besar sebagai peran utama sedangkan jelas-jelas dibuku pertama peran utamanya dipegang sama Damon! Pas baca buku pertamanya itu, aku sering berangan-angan, gimana kalo Logan jatuh cinta sama Julia? Gimana kalo Julia jatuh cinta dengan Logan yang dingin, sinis, tapi disatu sisi, Julia adalah satu-satunya orang tempat ia bisa lebih terbuka, dan itu berpotensi menyingkirkan peran utama buku itu! Yah, walaupun saya yakin novel dengan genre Historical ROmance pasti akan menyelesaikan kisahnya dengan kisah bahagia, tapi tokoh Logan ini cukup bikin was-was. Bisa dengan mudah cerita diputar balikkan dengan keberadaan Logan, tapi untunglah nggak ada kejadian kayak gitu! Hahahaha kan nyebelin ya, secara aku ini selalu dan selalu lebih mendukung pemeran utama, walaupun karakter di buku pertama Logan berbahaya dan bikin sebel, tapi untunglah tidak seperti itu.

Review: Stars in My Heart - Series 1 - 8

Senin, Agustus 04, 2014


Stars in My Heart - Series 1 - 8

My rating: 5 of 5 stars



Damn, I love it! So muuuuch!
Rasa-rasanya nggak cukup cuma pinjem di rental doang.
Aku pingin beli aja deeeeh.
Dimana ya bisa nemu bekasannya delapan-delapannyaaaaa?

Oh well, this time to give my comment.
Emmm.... aku udah pernah baca komik ini sebelumnya, udah lamaaaa banget. Dan aku masih ingat betapa komik ini bikin aku sukaaaaa banget sama semuanya! Aku suka sama tokoh akane yang lugu tapi jujur dengan perasaannya yang 'beranjak dewasa' terhadap teman kecilnya aogi. Aku juga suka banget sama aogi yang karismanya nggak ilang-ilang, lembut, dan gentle banget.

Meskipun bercerita tentang pertemanan sejak kecil, tapi sebenarnya bukan itu yang bikin aku jatuh cinta setengah mati sama seri ini. TOkoh dan konfliknya di kemas begitu menggiurkan sehingga tidak mungkin berhenti membaca ketika pertama kalinya memulai membuka buku ini. Aku nggak inget gimana ceritanya aku nemu seri ini. Yang aku inget, kayaknya bukan ini yang harusnya aku cari, tapi kemudian, aku lihat covernya yang ceria. Dan ketika sedikiiit saja membuka isinya, aku langsung berdebar-debar. Sama seperti ketika aku tak sengaja menemukan novel Miss Pesimisnya Aliazalea. Yah, kupikir itu pertanda novel ini memiliki titik romansa yang cukup kuat di ceritanya, daaan... benar sekali! Mungkin aku memang ditakdirkan untuk menemukan dan membaca komik ini.

Review K-Movie : Secreatly and Greatly

Selasa, Mei 06, 2014



Aaaaaaahhh kampreeettt… udah lama nggak nangis gara-gara film dan hari ini lagi-lagi dibuat nangis sama film korea lagiiii… Ih gila beneran deh. Kayaknya film korea yang selalu bagus buatku itu selalu dan selaluuuu aja yang ceritanya bikin nangis. Mana ini aku nontonnya sampe sesenggukan gini nih kan kurang ajar yaaa…
Wah, mau ngereview film Secretly Greatly ini malah bingung mau nulis apa. Akhirnya aku ketemu lagi sama soo hyun setelah dramanya dia Man from the star. Walaupun telat sih. Kalo nggak salah film ini rilis duluan ya baru dramanya dia? Aku aja sih emang yang telat.

Di film ini si Soo Hyun dapet peran seorang Kapten Kamrad dari Korut yang jadi mata-mata di Korsel. Dia jadi anak yang bodoh dan pokoknya bloon banget deh. Nggak tau aja dia itu udah kemampuannya gak kebaca mata.

Review Film Paradise Kiss

Jumat, April 04, 2014



Kalo semua film jepang tokoh-tokohnya kayak di film paradise kiss ini, kayaknya aku bakalan sering nonton film jepang deh. Tokohnya tuh nggak terkesan Jepang, malah kayak campuran Jepang sama barat gitu. Yang cewek cantik, dan cantiknya bukan cantik ke Jepangan, cantik aja, cantik banget deng. Aku suka sama mata dan bibirnya, trus yang tokoh cowok utamanya juga keren. Sama kayak yang cewek, kayak nggak dari Jepang dia tuh, manis aja, dan dinginnya tuh unik. Kesan coolnya dapet, dapet banget. Jadi disini tuh yang tokoh utama cowok nggak di set jadi anak sekolahan, dan menurutku tema yang kayak gini keren, soalnya kan kebanyakan film Jepang ambilnya tema sekolah jadi ya gitu aja, ntar ceritanya pasti pake seragam sekolah semua gitu. Tapi karena disini emang temanya tentang desainer jadinya di film ini bakal lihat baju lucu-lucu, dan style yang di pake setiap karakternya bermacam-macam. Trus cowok Jepang tu kan biasanya putih dan cantik-cantik ya… Well, gak tau aja aku suka banget sama karakter George dan karakter Yukari disini. Mereka itu manis banget kalo lagi berdua. Pembagian karakternya juga pas, tatap-tatapannya (duh, bahasa apa sih ini), pokoknya kalo mereka lagi bertatapan gitu emosinya langsung ngalir. Pokoknya aku suka suka sukaaaa banget sama tokoh utama disini.

Review Film Kimi No Todoke



Aaaaaa…. Kimi ni Todoke nih menurutku film yang butuh sekuel deh. Aku nagih nih! Pingin lagi pingin lagi filmnyaaaaaa…

Geeezzz, dari dulu aku selalu skeptis sama cerita-cerita cinta yang di angkat jadi film. Kebanyakan yang aku tonton itu, kalo dari luar negeri, jatuhnya sedih banget, sad ending gitu. Kalo yang dari korea juga klise banget. Kadang nggak bagus dan kebanyakan sedih juga. Kalo yang dari Thailand, jatuhnya lebih ke lucu, romancenya suka gagal dapet. Nah, kebetulan beberapa tahun ini, selama aku mengenal dunia nonton film, aku jarang disodori film yang ceritanya so sweet. Genre percintaan banyak, tapi kebanyakan tuh alurnya ya gitu tuh, kalo nggak sedih, tragis, lucu doang, kebanyakan nggak yang bikin aku deg-degan gimanaaa gitu. Biasa aja. Akhirnya aku nggak tertarik nonton film yang genrenya romance. Biasanya aku lebih milih nyari horror atau adventure, atau yang persahabatan, komedi, thriller. AKu nggak berharap bisa lihat film romance yang bener-bener ‘romance’, dan pengalaman nggak pernah ketemu itulah yang bikin aku selalu lihat sebelah mata sama film romance baru-baru ini. Biasanya, kalo genrenya romance, aku lebih milih nonton drama sekalian daripada film yang menurutku nggak rampung.

Review Film First Kiss (Kaneungnich Jaksamithanon, Thakrit Hamannopjit)


Aku udah tau dari lumayan lama sih film ini. Waktu itu temenku yang nonton dan aku ikut nimbrung, tapi nimbrungnya nggak urut, cuma dapetlaah jalan ceritanya. Bahkan aku ikut nimbrung sampe ending. Karena nonton cuma sepotong-potong, aku anggep aja aku nggak nonton film itu jadi harus nonton lagi full dari awal. Nah, waktu aku mau niat nonton lagi, sampe pertengahan kok bosen ya, trus habis itu aku balik lagi langsung loncat ke ending, kok cuma gitu doang.

Trus aku ambil kesimpulan deh filmnya biasa aja. Aku nggak sadar kalau First Kiss ini adalah tipe film yang wajib kamu tonton dari awal karena dramatisasinya dan kekuatan karakter di film ini di bangun dari awal. Dan hari ini aku nonton dari.. nggak dari awal sih, tapi urut dari tengah, nerusin yang dulu dulu itu. Aku nonton sampe ending dan... I can say it. It's so sooooo sweeeet. Waktu di endingnya itu, dua-duanya tatap-tatapan dan cara satu dan yang lain liat langsung ke mata itu baru bisa kebaca apa maksudnya kalo nonton urut dari awal nggak loncat-loncat. Di jamin deh pasti dapet chemistrynya.

Yang aku suka dari film ini karakter ceweknya lucu. Trus yang cowok.... si Thakrit Hamannopjit ini yang jadi Bass, aku dari awal sih udah liat dia tuh wajahnya manisss banget, tapi karakternya menurutku biasa aja. Cuma cowok yang jatuh cinta sama cewek yang udah kerja dan ngejar-ngejar kayak anak kecil sok dewasa. Awalnya sih aku dapet kesannya gitu doang tanpa mempertimbangkan adanya perkembangan karakter untuk tokoh si Bass ini. Nah, ternyata si Bass ini di pertengahan waktu menuju klimaks, dia dewasa banget, sial. Dan itu bikin melting. Waktu awal-awal sih gayanya gaya anak SMA banget. yang tengil2 gimanaaa gitu. Nyebelin, biasa aja. Waktu dia udah mulai tahu kalo ternyata dia beneran cinta sama cewek ini, dan masuk konflik yang ngenain si Bass, nah itu baru keliatan kalo dia itu tipenya... pokoknya aku suka deh.

Dan pas ending. Ssssshhh.. shi Thakrit ini ternyata keren kalo pake kemeja gitu, gaya orang kantoran udah kerja. Jadi serasi banget sama ceweknya. Dan aku harus mengulang, pertemuan mereka yang setelah 5 tahun itu bikin melting. Tatapannya langsung jleb-jleb-jleb. Gayanya si Bass ini juga lebih cool, lebih keren, tapi manis, beda banget deh sama gayanya dia pas SMA yang urakan gitu. Keren!

Park Shi Ho (lagi)

Kamis, April 03, 2014



Untuk postinganku yang ini... mmm.. kelihatannya agak lebih panjang dari sebelumnya ya, cuma ini sama-sama curhat aja kesannya.. Yah.. gara-gara belakangan ini aku lagi terjangkit demam PSH yang kayaknya habis ini bakal beneran jadi salah satu aktor yang aku pingin ikutin terus dramanya, dan entah kenapa kayaknya beneran cuma dia ya yang bahasannya pingin aku bikin panjang.

Bukan cuma dia sih, mungkin aktor lainnya juga pingin aku bahas panjang lebar di blog, cuma harus rerun dulu biar jatuh cinta lagi sama aktor-aktor itu baru bisa hunting-hunting nggak jelas gitu deh hahaha. So, for this this time. Balik lagi ke topik tentang cowok favoritku untuk saat ini : Park Shi Hoo

Review Drama Korea FAITH - The Great Doctor (Lee Min Ho, Kim Hee Sun)

Kamis, Januari 16, 2014

 

Buaaaah, akhirnya selesai juga nonton Faith yang filenya udah hampir menjamur di harddisk. Hehehhe. Sebenernya ini juga akhirnya aku bener-bener memutuskan untuk nonton ketika The Heirs, drama barunya lee min ho sama park shin hye udah tamat dan aku nggak bisa meloncati Faith dan nonton The Heirs duluan walaupun udah pingin banget. Mmm... maksudku, si Lee Min Ho ini masalahnya udah aku tobatkan sebagai aktor yang dramanya harus urut aku tonton semua setelah BBF. Yaah... pernyataan absurd sih. Lupakanlah.

Faith. Kalo bahasa indonesianya itu berarti takdir. Dan well, drama ini hampir semuanya berhubungan dengan takdir. Karena kalo enggak, aku juga nggak tahu drama ini bakal jadi kayak gini atau enggak. Maksudnya, karena dihubungkan dengan judullah drama ini jadi kedengeran masuk akal. Habis kalo kita nggak berfikiran bahwa semua yang ada di drama ini adalah takdir sebenernya agak make sense gitu sih.
Ada beberapa hal yang ingin aku puji sekaligus aku kritik di drama ini. Beberapa hal memang berhasil membuatku kagum, tapi beberapa hal lainnya agaknya membuat aku kurang puas.

Catatan Terbaru