Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review: Fifty Shades Darker

Minggu, Agustus 31, 2014


Fifty Shades Darker

My rating: 4 of 5 stars



liburan ini tiba tiba aku kangen baca buku ini. Dan setelah aku baca lagi akhirnya aku baru bisa nulis reviewnya. Akhirnyaa...

Phew. ternyata aku banyak yang lupa alurnya dan skarang aku ngubah bintang empat ke lima untuk yang seri dua karena ternyata sebenernya isinya perfect buat aku. Mmmm... alurnya lancar dari mulai mereka baikan dan segala macam kompromi dan perubahan di sisi christiannya sendiri. Yah meskipun ada bagian yang agak boring tapi bisa di maafkan laah. Trus juga aku suka bagian waktu christian sadar bahwa dirinya cinta setengah mati sama Ana. Dan dia ngomong I love you banyak banget. Geez mengingat bagaimana rude nya dia di buku pertama dan lihat betapa lembutnya ia disini dengan segala ketakutannya mengenai ana yang bsa sewaktu waktu oergi, mmmm... i found it so much sweet. Pertengkaran mereka tentang Elena juga bikin aku senyum. Kyaknya christian tuh takut banget kalo kata katanya bikin ana pergi lagi. Udah kayak trauma deh bagian mereka break.


Tapi yang bikin aku nangis adalah ketika adegan Leila. Adegan Leila ditemuin di apartemen Ana itu rasanya bener bener klimaks banget. Waktu christian dateng dan cara dia memperlakukan leila. ugh. aku bisa ngerasain berada diposisi ana yang ngelihat adegan itu. adegan christian yang tatapannya berubah jadi Dominant dan caranya memperlakukan leila dengan dinginnya tapi sebenernya lembut. waktu dia ngusap kepala leila juga huaaaaa...
aku tau kenapa saat itu ana pingin banget nangis dan meledak. aku tau kenapa ia milih buat ngajak ethan minum. aku tau gimana rasanya ia berada di posisi yang melihat "gadis itulah yang bisa memenuhi kebutuhan christian, bukan aku". ketidakmampuan ana itu yang bikin nyesek.

trus trus pas akhirnya dia pulang dan mabuk dan udah tau gitu si christian malah marah marah lagi, itu... ffff.... si ana akhirnya ngomong lagi dia gak cukup buat christian dan gak bisa jadi yang christian butuhkan. Lalu sikapnya christian langsung berubah. Christian jadi kayak orang depresi saking takutnya ana pergi dan bahkan nggak mau dengerin penjelasan ana. Dan karena saking takutnya dia bahkan sampe berlutut dan rela si ana yang jadi dominantnya. Gimana nggak cinta coba si christian? aaaa gimana gak leleh walaupun posisinya si ana kan lagi sebel gitu sama christian.

Pokoknya disini aku suka banget sama anatasia. dia jadi lebih berani dan lebih kuat. dan aku suka gimana dia berkata kata kalo di depan elena, leila, bahkan jack. trus juga aku suka kejujuran ana tentang apa yang nggak disukainya kalo di depan grey. hhhh... love them so much deh disini mah.



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Catatan Terbaru