Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review: Keajaiban Hati (The Magic of You)

Senin, September 01, 2014


Keajaiban Hati (The Magic of You

My rating: 5 of 5 stars



Aku baru baca 3 novelnya JL, tapi dua diantaranya aku kasih 5 bintang berturut-turut. Entah kenapa aku sangat suka bagaimana JL mengolah kisah-kisah para tokohnya menjadi sangat menarik dan sama sekali tidak membosankan.

Novel ini ngegemesin, lucu, rame, seru, romantis, tegang, pokoknya komplit!
Alurnya sama sekali nggak ngebosenin. Aku aja nggak bisa berhenti baca. Setiap kali aku berhenti palingan cuma bisa istirahat 10 menit paling banyak trus nggak tahan buat ngelanjutin. Karena emang novel genre HR itu kadang sulit ditebak kalo curi-curi baca di belakang, akhirnya aku menyerah untuk nyari spoiler dan membaca dengan sabar dari awal, yang bikin aku nggak sabar buat nyelesein.

Kalo di novel lain sih palingan aku nggak suka ya percakapan yang tidak melibatkan tokoh utama, apalagi kalo sudut pandang di putar ke para tokoh pendukung. Nah, novel ini kayaknya pengecualian, karena aku nggak berhenti jatuh cinta sama setiap karakter pendukung yang menempati porsinya sebagai sudut pandang cerita. Kisah antara James sama Georgina juga dari awal walaupun porsinya banyak dan tidak melibatkan tokoh utama, tetep aja aku suka setengah mati. Malah rasanya aku jadi tambah nggak sabar pingin baca tentang kisah mereka. Pingin tereak deh pokoknya~ James sama Georgina ngegemesin banget. Belum si Jeremy yang bikin sesek nafas soalnya pesonanya bisa meluap-luap bahkan di porsinya yang cuma sedikit tapi sangat dominan.


Truuusss,, nah! cerita tentang kelahiran Georgina di awal cerita bikin aku ngakak sekaligus tersentuh terhadap James yang begitu mencintai istrinya. Karena konflik kelahiran itulah awal kedekatan Warren dan Amy, itulah kenapa aku sama sekali nggak keberatan sama para tokoh pendukung disini. Justru aku sangat setuju mereka ada di cerita ini dengan porsi yang cukup banyak, dan lagi, mereka adalah tokoh yang jatuhnya menurutku disini jadi penting banget.

Yah, pokoknya, tentang alurnya, disini alurnya nggak membosankan, padat, cepat, dan sangat menghibur.

Lalu tokohnya.
Oh ya ampun! Kalo warren aja bilang dia baru pertama kali ketemu cewek kayak Amy, aku juga baru pertama kali nemuin karakter kayak Amy di novel yang aku baca. Dan aku jatuh cinta sama tokoh Amy ini! Dia jadi heroine favoritku banget. Dia unik, dan keyakinannya terhadap instingnya itu bikin aku melongo. Duh, panjang deh buat nyeritain tentang si Amy ini. Dia ini gadis perawan yang sama sekali nggak perawan, yang jatuh cinta sama pria yang umurnya terlalu jauh di atasnya, dan jauh banget, aku aja nggak nyangka kok bisa sih pilihannya si Amy ini jatuh ke Warren.? Tapi kemudian aku mengikuti karakternya yang luar biasa dewasa dan tidak seperti gadis seumurannya. Rasanya kayak ada jiwa yang terkurung diusianya, karena dia itu udah kayak wanita berpengalaman banget deh.

Dan semua hanya karena firasat! Tapi firasatnya ini kenapa bisa begitu akurat,yaah, ntar ketauan sih di buku ke 6. Pokoknya, karena instingnya si Amy dia memutuskan untuk ngejar-ngejar warren meskipun tau kalo warren nggak akan pernah bisa di deketin. Dia tau, dan aku yakin kalo bukan Amy pasti menyerah di hitungan ketiga berhadapan dengan Warren. Amy ini akhirnya memutuskan untuk bersikap jujur dan terusterang di depan warren karena tau waktunya nggak banyak buat bisa bikin warren jatuh cinta terhadapnya. Dan keterusterangannya ini bikin warren tercengang, soalnya seorang gadis 18 tahun merayu seorang dengan karakter sekeras warren tanpa henti, disetiap kesempatan! Duuh, gemes deh pokoknya. Si Amy ini lucu banget kalo udah bersemangat buat ngerayu dan ngedeketin si Warren. Kalo pake istilah mereka, si Amy ini sebejat kakak-kakaknya, wanita nakal, dan nggak tau malu. Dia bisa ngomong hal yang begitu vulgar yang sama skali nggak bakal dilakukan oleh lady manapun. Dia nggak gampang merona dan keberaniaannya dalam mengucapkan SEMUA yang ada dipikirannya inilah yang justru bikin warren takut. Tapi aku setuju kok sama Amy, malah mendukung sepenuhnya. Karena emang kalo nggak gitu si warren nggak bakal pernah membuka hatinya untuk siapapun, dan bahkan dengan amy yang berniat untuk tidur di ranjang warren apapun yang terjadi ini masih aja bikin warren keras kepala. Setelah beberapa kali ia berterusterang terhadap Warren yang ditakuti dan mengintimidasi, si Amy akhirnya bisa mengatasinya sehingga DIALAH yang bikin warren terintimidasi, yang jadi alasan buat warren menghindarinya. Yah, tapi toh, karena ini Amy, akhirnya Amy yang ngejar si Warren. Dan, amy ini agresif bangettt... buat gadis perawan aku nggak habis pikir deh. Lalu kesabaran Amy yang luar biasa ini, aku aja nggak yakin bisa niru. Dia, meskipun udah dijahatin sama Warren dengan kata-kata kasar pria tersebut, masih aja bisa meringis. Dan bahkan kalo akhirnya dia beneran tersinggung dan marah, marahnya cuma sehari trus lupa. Astagaaa... lucu banget deh si AMy ini.

Semua interaksi antara Amy dan Warren nggak ada yang bikin aku bosen. Aku suka semuanya yang berkaitan dengan mereka, tapi terutama aku lebih suka sama Amy yang meskipun apa-apa dengan firasat tapi bagiku apa yang dia lakukan sangatlah masuk akal. Dia suka banget bikin rencana buat ngedeketin Warren. Dan mereka lucu banget kalo udah ngobrol, rasanya umurnya tuh jadi kebalik, tiap kali mereka berdua, si Amy jadi terasa lebih tua. Udah gitu, siapa sangka, bahwa Amy yang dariluar keliatan sopan, ternyata menakutkan dengan kekeras kepalaannya yang jauh melebih Warren sendiri.

Dan aku suka bagaimana cerita ini di akhiri dengan menyerahnya Amy terhadap Warren tapi tetap saja tidak membencinya.

Yah, reviewku ini nggak akan seberapa sama kalo baca langsung. Jadi novel ini jelas recommended banget kalo kalian setidaknya sudah baca buku pertamanya untuk mengenal seluruh anggota keluarga Malory. Aku aja nggak berhenti ngakak. Entah kenapa JL ini sangat pintar mengolah dialog-dialognya sehingga rasanya pingin dan pingin baca lagi. Dan aku pingin tau kelanjutan hubungan mereka, secara sekarang Warren jadi manis banget nggak galak kayak dulu-dulu, tapi ya itu, cuma dapetnya dikit. Warren kan lebih sering masam gitu ekspresinya.

Ah, tapi menurutku emang di setiap buku berikutnya kita bakalan liat ada epilog dari buku sebelumnya sih. Secara di novel ini, aku aja kayak baca epilognya si James dan Georgina soalnya sudut pandang sering banget dilempar ke mereka.

Aaaaa~ pingin baca novel kayak gini lagiiii. Nggak puas niih



Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Catatan Terbaru