Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review Drama: Pasta (Gong Hyo Jin, Lee Sun Gyun)

Jumat, Oktober 10, 2014



Ini drama tahun 2010 yang baru aku tonton kemarin, yang artinya aku udah telat 4 tahun dari tahun rilisnya, tapii... ya emang mungkin ini saatnya aku nonton karena tertarik.

Jujur aja, dulu aku biasa aja sama drama ini dan nggak tertarik karena tokohnya terlihat terlalu tua kala itu. Terus sepupuku kan bilang kalo drama ini kayak acaranya master chef gitu. Nah, waktu pertama kali lihat ya emang tokoh utama cowoknya kelihatan lebih keren dari Juna tapii...tokoh ceweknya kayak terlalu tua gitu, jadi deh aku nggak jadi nonton.

Kemudiaaaan, aku kenal cewek itu di dramanya Master Sun dan it's soo good and I was starting like her. Dan kemarin mau nonton It's Okay That's Love, eh jatuhnya malah nonton ini, gara-gara.... ya mungkin karena umurku udah makin tua ya, trus bacaan novelku juga udah yang bukan remaja gitu. Bisa jadi seleraku terhadap hal-hal seperti itu sudah berubah? Bisa jadi.

Karena kalau perlu diketahui, waktu aku coba buka lagi dramanya Pasta untuk iseng-iseng, yang aku rasain adalah. Cowoknya ganteng, keren bangeeeettt. Aku bisa langsung ngerasain dari permainan emosinya. Dan ceweknya, karena aku udah familiar, jadi aku ngerasa siap aja buat nonton drama ini. Daaan... nonton deh.


Drama ini komedinya nggak kenal ampun. Dari episode pertama sampai terakhir selalu ada bagian aku pingin ketawa. Adaa aja tingkah lakunya. Dan kelucuan drama ini semua berpusat di setiap karakternya aja. Karakter disini lumayan unik-unik, apalagi yang anak-anak dari Italy itu mereka unyu-unyu bangeeett.. Lucu pula mereka haha.


Hal menarik yang bikin ketar-ketir di drama ini sudah disajakikan mulai dari menit pertama. Episode pertama bisa dipastikan akan membuat penontonnya tidak tahan untuk melanjutkan ke episode berikutnya, dan kurasa itulah kekuatan drama ini. Ada banyak bagian yang mudah ditebak, tetapi karena pengetahuan penonton tentang hal tersebut justru membuat suasana menjadi jauh lebih tegang. Episode pertama yang menceritakan pertemuan kedua tokoh utama membuat kita berhasil jatuh cinta dengan karakter Choi Hyun Wook tanpa benar-benar tahu apa yang ada di pikirannya. Kita dibawa ikut mengalir dengan karakternya yang so gentleman kemudian dikagetkan dengan karakternya yang keras tetapi tidak membenci karakter ini. Karena disini kita diberi kesempatan untuk menaruh harapan tentang sifatnya yang lain.


Luhan left Exo, left me, but what can I do really?



Huffffff
Hufffff
Huuuuuuuffffff

*apasih?*

Buset deh nulis artikel lagi tentang boyband karena BIAS AKU ngasih kabar paling buruk yang pernah aku denger selama aku ngikutin hiruk pikuk dunia kpop. Jadi ini artikel yang sedih dan lebih lebay dari biasanya. Maaf kalo terganggu ya.

Jadi gini, hari ini waktu aku lagi serius-seriusnya ngerjain tugas kelompok videografi, tiba-tiba aku dapet BBM dari temenku yang emang sering berbagi suka duka tentang korea, namanya Irani.

Dia bbm gini tiba-tiba:

"Luhaaaaaannnn :'("

Trus aku kan bingung ya, tumben ni anak bbm aku tentang luhan. Nah, berita terakhir tentang Luhan itu adalah dia sakit, trus... yaudah. Aku masih positif thinking deh, nggak pernah deh mikir aneh-aneh, namanya juga udah cinta sama si Luhan.

Review Film India Taare Zameen Par

Sabtu, Oktober 04, 2014


Aaaaa.... Rasanya kali ini nggak boleh deh yaa sampe nggak nulis reviewnya.
Karena setelah 3 tahun nonton ini lagi aku masih jatuh cinta dan bahkan menangis menontonnya. Tanpa bosaaaan sedikitpun!!!


Film ini mengajak kita untuk mempedulikan siapapun di sekitar kita. Mengkritik secara keras kepada guru dan orang tua di luar sana yang tidak pernah benar benar mengerti apa yang ingin diungkapkan anak dari tingkah lakunya tersebut.

Catatan Terbaru