Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Where is LUHAN in EXO's First Concert ????

Kamis, Desember 24, 2015



Entah sudah berapa hari yang lalu adikku menemukan satu file video di warnet, yang mana INI ADALAH FILE VIDEO YANG UDAH AKU TUNGGU SEJAK SETAHUN YANG LALU!

THE LOST PLANET EXO di Seoul. Ini! Aku yang penggemarnya Luhan sampai mati, yang waktu tahu Luhan keluar nangis kejer-kejer sampai nggak nafsu makan, akhirnya menemukan satu-satunya file peninggalan dia yang masih ikut konser. Alhamdulillah….

Sebelumnya cuma lihat fancam doang, tapi mana puassss? Enakan dia yang main vokal ini nyanyi lagu sealbum di konsernya. Iya nggak? Trus mana kalo DVDnya kan HD jadi enak. So, this is what I waited for so long time, secara kalo nemu pun adanya yang di Jepang dan si Luhan udah entah kemana, tapi setidaknya, satuuuu aja. Plis, aku pingin banget lihat dia, dan aku sudah bersabar-se sabar-sabarnya bahkan sampai sempat nggak inget lagi saking maksain buat nggak kepikiran. Whatever, intinya pada akhirnya aku akhirnya nemuin juga file DVD The Lost Planet Exo 2014 Seoul.

Curhat + Review The Last & Boruto – Naruto The Movie

Rabu, Desember 16, 2015



Judulnya sih review, tapi mungkin untuk kali pertama di blogku ini aku bakal curhat tentang Naruto dan kelihatannya sih bakal panjang, jadi kalo sekiranya nggak tahan boleh di skip deh adegan curhatnya. *cieh adegan

Sebenarnya keinginan untuk menulis tentang naruto udah lama banget, secara udah berapa volume sih naruto ini sampe akhirnya tamat? Dan udah berapa tahunsih? Jadi nggak mungkin kan ya aku review satu per satu, nggak mungkin detail juga aku ceritanya. Tapi akhirnya karena aku baru saja menonton The Last Naruto the Movie dan Boruto Naruto the Movie, akhirnya aku kalah deh sama keinginan untuk menuliskan beberapa hal berkaitan dengan apa yang aku pikirkan mengenai anime ini.

Banyak yang bilang kalo Naruto itu jenis tontonan yang nggak masuk akal. Iyaaa~ nggak masuk akal sih kalo kita membahas jutsu-jutsunya. Tapi hey~ bahkan Harry Potter pun nggak masuk akal. One Piece juga nggak masuk akal, Conan nggak masuk akal, lagian apasih anime yang masuk akal?. Intinya… semua cerita ini kan khayalan, jadi wajar dong kalo nggak masuk akal!! Anyway, disamping hal nggak masuk akal tersebut, nggak tau ya, tapi gara-gara akhirnya anime ini ditamatin, aku ngerasa antara sedih dan senang. Dan menurutku justru naruto ini jauh lebih masuk akal daripada conan. Setidaknya, naruto ini tumbuh dewasa, dan setting juga ngikutin perkembangan jaman. Nggak melulu desa konoha kelihatan kayak ketinggalan jaman, kalo nonton terus dan emang udah jadi penggemar pasti merhatiin dong kalo belakangan anime ini malah pake elektronik, dan itu ngikutin jaman banget menurutku.

Review Lagu: Sang Dewi Titi DJ

Minggu, Oktober 25, 2015

Note: Ini salah satu tugas sebenernya, tugas tinjauan seni. Sebenernya aku juga nggak bener-bener ngerti sih ini maksudnya apa hahaha secara kok aku malah bego banget ya, kayaknya ya sering nulis, tapi kalo dapet tugas serupa tetep nggak ngerti. Anyway, karena ini juga semacam resensi/apresiasi/tinjauan atau apalah itu terserah bagaimana kalian mengatakannya, dan sesuai sama tema blog ku .. aku upload aja... 

titi dj sang dewi


Lagu Sang Dewi merupakan lagu yang dinyanyikan oleh seorang Diva Indonesia yaitu Titi DJ. Lagu ini rilis pada tahun 2001 dan kemudian dirilis lagi tahun 2007 dalam album The Best Of. Untuk masyarakat yang lahir di tahun 90an, tentu lagu Sang Dewi ini sudah menjadi salah satu lagu favorit yang selain memiliki lirik yang lugas, lagu ini juga menggunakan musik bertempo lambat dengan kombinasi menarik antara biola dan piano dan sedikit sentuhan drum yang kemudian diolah sedemikian rupa sehingga terdengar seolah apa yang ingin disampaikan oleh Titi DJ merupakan sesuatu yang agung. Musik lagu ini bisa jadi menjadi kombinasi yang cocok jika menilik dari lirik yang dibawakan, yaitu sebagai berikut:

Jual Novel Indonesia

jual novel indonesia

Nah, yang ini sekarang aku mau pasang beberapa novel berbahasa Indonesia yang masih sangat sedikit, tapi perlahan akan sering diisi. Maapin ya banyakan novel luar daripada novel Indonesia hahaha, habis novel lokal mahaaal *ups

Jual Buku Non Fiksi (Motivasi, Kesuksesan, Inspiratif, dll)

Rabu, Oktober 07, 2015

jual buku non fiksi


Okeee... aku balik lagi buat ngelapak ya, maaf lho ganggu tapi nggak apa kali yah. Yap! Sekarang aku mau kasih list jualan buku-buku aku di rumah nih, kondisi bekas ya tapi masih sangat mulus, dan ini bukan novel, lebih ke buku-buku self help gitu, buku pengembangan, buku motivasi, dan buku-buku tentang kesuksesan. Some of them, this is the list!

Kalau memang ada yang mau memesan langsung saja hubungan kontak yang tertera ya, trimakasih.

Kelas Internasional .NET TV vs Mind Your Language ITV

Selasa, Oktober 06, 2015




Hallohaaa~ setelah sekian lama akhirnya aku menulis out of habit yah. Iya, jadi hari ini akhirnya tv rumah bisa nerima saluran .Net TV. Tau kan? Channel TV yang bagi kami anak-anak tv memiliki kualitas yang jauh lebih baik daripada tv-tv swasta lainnya. Bukannya menjelekkan tv swasta lainnya, tapi kami merasa betah aja mantengin net tv. Karena biasanya cuma bisa mantengin secara online, alhamdulillah sekarang bisa menikmati langsung di tv sendiri. Nah, seperti judul yang aku sampaikan bahwa catatan ini mmm... bukan membandingkan sih, tapi mungkin membandingkan, tapi lebih kepada dua acara ini memang sama tapi beda alias adaptasi tapi dua-duanya juga memiliki kesan yang baik untukku.

Aku udah lama kenal sitkom Mind Your Language ketika aku ada kursus bahasa Inggris dan aku mendapatkan bahwa acara itu sangat sangat lucu. Meskipun ketika menontonnya nyaris nggak ada translatenya tapi aku ngakak nggak berhenti-berhenti. Jadi disitu menceritakan sebuah kelas bahasa inggris yang semua pesertanya, anggota kelasnya adalah orang dari berbagai negara. Bisa bayangin kan banyak negara yang bersatu dalam satu kelas untuk sama-sama bicara bahasa inggris, yap! mereka memiliki logat yang berbeda-beda mereka mengartikan bahasa inggris dengan banyak variasi terjemahan, dan banyaknya kesalahpahaman yang terjadi itulah yang menjadi bumbu kelucuan dalam sitkom tersebut.

Resensi Review Film: INSIDIOUS 3

Jumat, Oktober 02, 2015



Usai menonton Insidious 3, entah kenapa aku menjadi ingin menonton kembali Insidious 1 dan 2. Entah hanya aku saja atau yang lain juga berpikiran sama bahwa mungkin saja kehadiran Insidious 3 ini adalah trigger agar kita tidak kemudian melupakan film sebelumnya. Anyway, seri film Insidious ini masih menjadi film horror terfavoritku. Aku selalu merasa bahwa setiap kisah yang dihadirkan oleh Insidious ini selalu terasa berbeda dengan film horror lainnya yang hanya mengutamakan rasa takut. Insidious selalu menghadirkan sebuah kisah yang mengharukan, puzzle dalam alurnya, dan kelogisan cerita yang menguatkan riset dari film ini sendiri.

Jual Novel Romance Terjemahan (Historical Romance, Paranormal Romance, dll)

Minggu, September 27, 2015

Hai gaes, berhubung setelah diruntu selama beberapa lama aku menulis di blog ini, rasanya kok emang blog ini jadi jatuhnya ke review gitu yak. Entah review film atau novel. Anywaaay, aku juga mau sekalian jualan boleh kali ya hehe, daripada pada baca reviewku dan mau beli tapi bingung dimana, bisa deh pesen di aku, ini harganya udah murah sih ya. Tapi untuk saat ini terbatas untuk novel romance terjemahan aja yah. Yang lokal belum dapet yang sediain harga murah hihihi. Monggo~ ini list produknya di update terus kok...

Review Drama 'Fated to Love You' (2014)

Jumat, Juli 17, 2015




Entah kenapa karena selama ini aku selalu mendapati drama yang nuansa romansanya kuat hanya bekisar sekitar 16 episode, sejujurnya waktu mau nonton ini aku agak pesimis ceritanya bakal kuat di kisah asmaranya. Well, drama ini pengecualian tentunya.

Udah lama lamaaaaa banget aku nyimpen drama ini di harddisk tapi nggak pernah jadi ditonton, alasannya karena aku nggak terlalu suka sama face para pemainnya. Well, aku emang terlalu sering judge by cover, tapi nyatanya drama ini… mmm…. Sekali lagi, pengecualian.

Ini ya, jenis drama yang bikin makan hati. Sedih, romantis, tapi rasanya nggak kuat kalo nonton dari awal lagi. Drama ini berat justru di kisah cintanya. Lucu ya, nggak mikir sih, nggak susah dicerna juga, cuma nggak tega dan makan hati aja. Padahal jelas-jelas tiap episode kita tetep bakal ketawa, tapi kalo udah sampai ke pertengahan langsung bam bam bam gitu sedihnya huhu.

Nah berhubung aku bingung ya mau ngomong apa tentang drama ini, jadi reviewnya aku buat versi pertanyaan aja yak

Drama Korea 'The Producer' (2015)

Jumat, Juli 10, 2015


Aaaaah~ Finally liat Kim Soo Hyun lagi. Nggak nyangka ternyata dari semua aktor yang aku sukai, emang Kim Soo Hyun yang nomor satu dan nggak berubah. Sejak Dream High, dramanya nggak pernah absen aku tonton, daaaan... dia selalu memainkan karakter yang selalu berhasil bikin aku tetep suka sama dia.

Producer untuk pertama kalinya merupakan drama 12 episode yang aku tonton dan hmm.. alasan aku mau nulis review drama ini karena emang sebenernya ada beberapa hal yang pingin aku ungkapkan.

Tokoh-tokoh favorit Drama Angry Mom (2015)

Kamis, Juli 02, 2015


Sekilas tentang drama Angry Mom, drama ini mengingatkanku dengan School 2013 yang di dalamnya juga sama-sama menceritakan ketidakadilan di dalam sekolah, kasus-kasus keseharian seputar sekolah, dan bagaimana cara guru menangani murid-muridnya. Drama Angry Mom memiliki cukup banyak pesan moral yang bisa diambil, sekaligus memiliki pesan satir yang ditujukan untuk menyindir pendidikan saat ini.

Review Drama Korea: Cunning Single Lady (2014)

Jumat, Juni 26, 2015




Welcome!!!

Kayaknya udah jamuran deh ya ini blog gara-gara nggak pernah disentuh dalam waktu berapa bulan ini, dan well, saya kembali untuk sekian lamanya dalam kegiatan review yang kali ini, saya akan mereview sebuah Drama.

Tahun 2015 ini ada dua, dan memang cuma dua *hehe, ironis ya* drama yang aku tonton, meskipun ada banyak sekali rekomended drama di depan mata, tapi yaah… cuma dua: Pinnochio, dan Cunning Single Lady.

Sejujurnya, Pinnochio akhirnya nggak aku review, karena ternyata exicetement-nya nggak terlalu meluap-luap sampai aku gatal buat nulis reviewnya, alasan lain adalah karena aku malas, mm… alasan lainnya lagi karena aku sibuk *oke, kebanyakan alasan*

Entah kenapa Cunning Single Lady nih nggak butuh waktu lama buat langsung ditonton dan langsung habis setelah temenku ngerekomendasiin drama ini dengan hebohnya, bilang kalo sosweet abis, dan sedih banget, dan waktu nyolong-nyolong buat liat sekilas dramanyaaaa… aku langsung dapet feelnya, dan sejujurnya aku langsung suka. Apalagi ketika aku mulai dari episode 1 yang bercerita tentang kisah mereka menikah dan bercerai sehingga aku akhirnya menyimpulkan drama ini adalah kisah memulai hubungan kembali setelah bercerai. Aku langsung keingetan novelnya Ika Natassa ‘Divortiare’ tapi yaah, jelas ceritanya beda. Aku tau aja kalo drama ini pasti bagus hanya karena kemasannya yang begitu mendebarkan bahkan dari awal.

Nggak usah lama-lama dan nggak usah panjang-panjang kayak kereta, aku langsung aja reviewnya.

Review: Lover Unbound - Kekasih yang Tak Terikat

Jumat, April 03, 2015


Lover Unbound - Kekasih yang Tak Terikat
Lover Unbound - Kekasih yang Tak Terikat by J.R. Ward

My rating: 5 of 5 stars



Sampai saat ini, entah kenapa selalu yang heroinnya manusia selalu aku beri bintang 5 deh. Mungkin karena aku berfikir Beth, Mary, dan Jane yang mereka hidup di dunia manusia terlihat modern dan keren, jadi alurnya juga nggak membosankan. Percakapan dengan para hero nya juga nggak klemar klemer, gak menye-menye, yah... jadi suka aja.

Tapi bukan cuma perkara heroinnya manusia aja yang bikin aku jadi suka banget sama novel ini. Sejujurnya, kisah V sendirilah yang membuatku penasaran dan tidak bisa berhenti untuk membaca. Waaaaa.... ternyata V itu biseks ya, dan bagaimana deskripsi perasaan dia terhadap Butch eeeerrrr rasanya nggak pingin bacaaa.. Sedih banget emang, tapi ya tetep aku nggak setuju kalo trus mereka jadian, tapi juga gak tega sama perasaan V yang complicated, yang nyalahin dirinya sendiri terus, tapi dia tetep pingiiin banget berada di samping Butch. Itulah pemicu kenapa aku merasa harus tahu bagaimana perasaan V yang berubah dari Butch ke Jane.

Review Film Fifty Shades of Grey Trailer

Kamis, Februari 26, 2015


 *buset, baru trailer udah di review aja neng*
yah, alasannya adalah karena aku nggak tahan buat komentar.

Fifty Shades of Grey
Siapa sih yang nggak kenal sama judul ini? Terkenal di seantero penjuru Internet.
Katanya novel itu merupakan fan fiction dari novel Stephanie Meyer yaitu tetralogi Twilight. Dan tahu dong dulu Twilight sebooming apa? Yah, disisi permainan alurnya memang 'mungkin' sama. Tapi kan emang nggak ada kali ide cerita yang original dari penulisnya. Toh, walaupun FSoG merupakan fanfic, isinya sebenarnya sangatlah berbeda, and I should say, I am fan of this novel!

Review Film Miracle in Cell No. 7

Senin, Februari 23, 2015



Tema keluarga memang sudah terbukti menjadi andalan film korea, terlebih diantaranya selalu berhasil membuatku menangis, mulai dari yang hanya menitikkan air mata sampai cegukan karena terlalu banyak menumpahkan air mata. Yah, yang pasti film keluarga dari korea sampai saat ini belum ada yang terlalu mengecewakanku.

Miracle in Cell No. 7, sesuai judulnya merupakan kehadiran keajaiban di sebuah sel penjara nomor 7. Dimana salah satu dari penghuninya adalah seorang pria yang cacat mental tetapi memiliki hati yang luar biasa baik, dan memiliki cinta luar biasa terhadap satu-satunya anak perempuannya yang masih TK. Ada banyak yang bisa disampaikan melalui film ini, termasuk di dalamnya ketidakadilan di dalam hukum yang belakangan memang sering terlihat di drama-drama korea yang mengangkat tema hukum.

Review: The Wedding

Kamis, Februari 19, 2015


The Wedding

My rating: 4 of 5 stars



Aku baca langsung seri keduanya walaupun yang aku cari di rental pada awalnya adalah buku The Bride. Tapi itu bukan masalah untukku karena aku juga mendapatkan buku ini secara cuma-cuma, kecuali kalau aku harus keluar uang denda.

Khas dari Julie Garwood kalau aku pikir-pikir lagi. Dia selalu mengawali kisah tokohnya dengan unik, dan tokohnya sendiri juga unik. Aku menyukai bagaimana cara JG mendiskripsikan kecerobohan dan sifat pelupa milik Brenna. Dan kekonyolan yang diungkapkan di awal cerita sungguh menarikku untuk mengikuti apalagi kekonyolan yang dilakukan oleh tokoh ini.

Brenna memiliki hati yang halus dan lembut. Dia punya kebiasaan untuk terus berdoa di setiap kesempatan dan itu menurutku adalah sesuatu yang lucu. Belum lagi dengan perilakunya ketika prosesi pernikahan. Karakter Brenna sangat unik dan membawa perbedaan tersendiri dibandingkan karakter lain. Brenna juga tidak mudah merasa sakit setelah dibuktikan ketika ia jatuh dari tangga dan terluka karena hampir di perkosa dan ia masih mampu berdiri.

Edit Template Blogspot menggunakan CSS

Rabu, Februari 18, 2015


  1. Menggunakan Web Developer untuk mencari bagian yang ingin diedit. Web Developer biasa digunakan pada browser Google Chrome.
  2. Mencari nama class/id pada html template dengan menggunakan tool pada web developer. Caranya adalah klik pencarian > kemudian klik salah satu elemen pada halaman
  3. Memasukkan hasil pencarian pada tingkat lanjut CSS di template
  4. Panduan CSS bisa dilihat di: http://www.xul.fr/ dan http://www.w3schools.com/





Salam, ADLN_haezh

Review Drama : You're All Surounded (Lee Seung Gi, Cha Seung Won, Go Ah Ra)

Senin, Februari 02, 2015


You're All Surounded.
Waaah. Sampai sekarang lee seung gi belum pernah mengecewakan untuk memainkan drama pilihannya. Meskipun belum semua drama lee seung gi saya lihat, tapi sejauh ini, dia tidak mengecewakan mengambil peran-perannya. Meskipun ia memiliki latar belakang sebagai penyanyi dengan suara yang baik, tapi dunia akting tidak semerta-merta dijadikan tanjakan untuk menunjang popularitasnya. Kemampuannya untuk memberikan emosi dan melakukan penokohan yang baik itulah yang membuatnya terus ditawari drama-drama berkualitas. Dan membuat saya semakin kagum dan tergila-gila padanya, duh.

Drama terakhir Lee Seung Gi yang saya tonton berjudul King 2 Heart, dan saya melewatkan Gu Family Book ketika saya memilih untuk mendahulukan drama ini. Yap. Seperti yang sudah di duga-duga, setidaknya Lee Seung Gi benar-benar 'memilih' drama yang dimainkannya. Secara segi cerita drama ini sendiri sudah mengangkat konflik yang sangat menarik. Meskipun balas dendam merupakan tema yang sudah marak di drama-drama korea, tetapi disini setidaknya, untuk tema yang sama, Lee seung gi menghadirkan kekhasan dirinya dalam memerankan tokoh Ji Yong. Dan saya sangat puas melihat aktingnya disini. Biasanya dia mendapat peran yang cukup konyol di awal, tapi disini dia diberikan peran dimana dirinya merupakan orang yang tertutup, pendiam, pemarah, dan dingin, dari awal kemunculannya, yaitu ketika ia memainkan peran sebagai Ji Yong dewasa. Tentu saja image karakter yang ia bangun tetap tidak meninggalkan berbagai emosi yang memang sejak awal sudah ahli dimainkan olehnya.

Review Drama : A Gentleman Dignity (2012)

Selasa, Januari 27, 2015



This drama is really sooomething for me. 
The story, characters, comedy, even for something serious from this drama still somethiiing for me.
Peew. I’m too much, right?
That’s a little bit intermezzos, now we going to review this drama haha

Fyuuuuuh~ biarkan aku menghela nafas

*God, you are still too much, liin*

Pertama aku lihat drama ini, jujur aja aku sama sekali nggak tertarik. Meskipun setiap lihat ratingnya aku masih aja terbengong-bengong. Kok bisa gitu ya ni drama dapet rating tinggi?

Yaa. Aku sih tau tau aja kalo di Korea emang dominan yang nonton drama tu biasanya kalangan wanita-wanita karir atau yang sudah menikah karena disana jam-jam drama ditayangkan para murid sekolahan masih berada di sekolah.

Tapi bukan itu maksudku. Aku udah nyoba kaliii buat setel-icip icip nonton, but still, I was not interested at all. Peeewww~ kasaranannya ya, pemain utamanya, semuanya, terlalu tua. Itu aku liat waktu umurku masih 17 tahun sih, jadi yaa masih kerasa gitu kalo pemerannya itu umur 40an. That’s my father’s age, please. It feels like I would watch the story of my father himself, in his age?.

Trus, terabaikan juga deh ni drama.

Suatu hari, setelah nonton secret garden, aku baru tau kalo penulis naskahnya secret garden itu ternyata juga penulis dramanya, drama ini. Agak goyang gitu, soalnya kan secret garden ceritanya WOW kan ya. Jadi emang sempet ngerasa, mungkin yang bikin ratingnya tinggi emang karena ceritanya.

Waktu itu udah mau mengabaikan umur sih, dan YA AMPUN, Lin. Aku aja kan baca novelnya Ika Natassa yang isi ceritanya juga seumuran itu, dan fine aja sih soalnya penceritaannya remaja banget sih. Ehm, back to topic.

Trus aku masih nggak mau nonton gara-gara, Ya ampun aku judge the book by its cover mulu ya. Belum tau ceritanya, liat casing gak pas langsung lari aja.

Tapi trus sampai suatu ketika, temenku yang sering berbagai kamar ups maksudnya drama sama akuu, dia update status tentang gentleman dignity yang kereeen banget. Yaudah si ya aku cecar juga tu anak, termasuk pertanyaan ‘padahal kan mereka udah kayak om om gituuu’. Dan dia masih bisa mencarikan aku alasan-alasan menarik.

Nah, itu udah mau nonton, tapi entah kenapa akhirnya di copy dan di simpen di harddisk dulu, tapi belum berani nonton.

Sampai akhirnya, temenku ada lagi yang suka ngopi ngopi drama korea dari aku, dan dia ngopi drama ini. Dan sampai akhirnya dia kasih laporan gitu kalo dia lagi nonton gentleman dignity. Awalnya sih dia nanyain pendapat, tapi berhubung aku aja belum pernah nonton drama ini jadinya dia tak suruh nonton dulu deh sampe dia selesai dan suruh laporan kesan kesannya ke aku. Eeeeh, ternyata kesan kesannya nggak jauh beda sama temenku yang sebelumnya. Lah kan tambah penasaran kan, udah gitu dia kayak yang  kasih spoiler-spoiler gitu.
And theeen, that’s it.


Catatan Terbaru