Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Curhat + Review The Last & Boruto – Naruto The Movie

Rabu, Desember 16, 2015



Judulnya sih review, tapi mungkin untuk kali pertama di blogku ini aku bakal curhat tentang Naruto dan kelihatannya sih bakal panjang, jadi kalo sekiranya nggak tahan boleh di skip deh adegan curhatnya. *cieh adegan

Sebenarnya keinginan untuk menulis tentang naruto udah lama banget, secara udah berapa volume sih naruto ini sampe akhirnya tamat? Dan udah berapa tahunsih? Jadi nggak mungkin kan ya aku review satu per satu, nggak mungkin detail juga aku ceritanya. Tapi akhirnya karena aku baru saja menonton The Last Naruto the Movie dan Boruto Naruto the Movie, akhirnya aku kalah deh sama keinginan untuk menuliskan beberapa hal berkaitan dengan apa yang aku pikirkan mengenai anime ini.

Banyak yang bilang kalo Naruto itu jenis tontonan yang nggak masuk akal. Iyaaa~ nggak masuk akal sih kalo kita membahas jutsu-jutsunya. Tapi hey~ bahkan Harry Potter pun nggak masuk akal. One Piece juga nggak masuk akal, Conan nggak masuk akal, lagian apasih anime yang masuk akal?. Intinya… semua cerita ini kan khayalan, jadi wajar dong kalo nggak masuk akal!! Anyway, disamping hal nggak masuk akal tersebut, nggak tau ya, tapi gara-gara akhirnya anime ini ditamatin, aku ngerasa antara sedih dan senang. Dan menurutku justru naruto ini jauh lebih masuk akal daripada conan. Setidaknya, naruto ini tumbuh dewasa, dan setting juga ngikutin perkembangan jaman. Nggak melulu desa konoha kelihatan kayak ketinggalan jaman, kalo nonton terus dan emang udah jadi penggemar pasti merhatiin dong kalo belakangan anime ini malah pake elektronik, dan itu ngikutin jaman banget menurutku.


Dan aku masih nggak ngerti kenapa banyak orang anti buat ngikutin serial ini, mereka lebih suka serial anime lain, tapi akuuuu… dari sekian serial anime yang aku ikutin, pasti cuma bekisar di naruto, conan, inuyasha (untuk anime2 yang udah ada dari lama ya), kalo yang lain mah ngikut-ngikut aja. Kembali ke masalah kenapa? Padahal menurutku naruto ini ngasih banyak sekali pelajaran yang kadang suka heran aja, masashi kisimoto bisa ya bikin tema-tema kayak gitu yang udah berapa tahun sih ini?? Kalo dihitung palingan udah 10 tahunan lebih kan, dan naruto masiiih aja punya tema-tema yang suka bikin terenyuh gitu kalo pas nonton. Ada perjuangan, persahabatan, kekeluargaan - itu yang paling banyak aku temuin kalo nonton anime ini. Dan aku ini kan orangnya paling suka sama cerita-cerita berbau romance gitu ya, tapi naruto itu romancenya paling Cuma 20%. Kalaupun ada, munculnya jarang banget dan nggak terlalu kuat juga, tapi toh tetep aja aku suka. 


Hubungan antara naruto dan perjuangannya untuk membawa sasuke kembali, naruto dan keluarganya, naruto dan orang-orang di sekitarnya. Beberapa kali aku dibikin nangis sama serial ini, kayak misalnya waktu jiraiya meninggal, waktu temen-temen deket naruto kayak hyuga, hokage ketiga meninggal, cerita-cerita bagaimana ayah naruto meninggal,  itu sediiiih banget, padahal karakter-karakter itupun menurutku sama kuatnya dengan karakter yang lain dan rasanya pingin banget mereka diperjuangkan. Tapi masashi kisimoto tetap membuat mereka berakhir tragis. Sedih, sih, tapi kalo mengikuti logika cerita ya memang seharusnya begitu. Trus naruto sendiri, yang dia awalnya bukan siapa-siapa, perjuangannya demi menjadi hokage dan segala rintangan dihadapannya bisa membentuknya sedemikian rupa sehingga menjadikan siapa dia sekarang. ‘ituuu’ diceritakan dalam serial ini selama berates-ratus episode yang nggak kunjung berakhir. Dan menurutkupun itu masuk akal. Anime ini nggak ngasih kita harapan yang muluk-muluk atau impian yang bisa datang begitu saja, tapi secara bertahap ngasih kita gambaran tentang perjuangan yang akan berbuih baik.

Dan aku sendiri yang awalnya nggak terlalu tertarik dengan karakter naruto yang bodoh, banyak gaya, sok hebat padahal nggak bisa apa-apa,  akhirnya nggak sanggup juga nggak ngikutin perjuangan dia. Padahal awalnya aku dukung sasuke, dan ketika sasuke udah nggak sering muncul aku sempet males banget ngikutin, eh tapi aku ngikutin juga gara-gara terseret dengan pesona naruto yang entah kenapa semakin kesini semakin keren aja. Beneran lho, setidaknya semakin dewasa dia, naruto semakin bijak. Mungkin karena dia udah ngerasain pahitnya hidup, dan mimpi buruk berkali-kali makannya dia semakin dewasa.


Lalu tentang naruto ini, sejujurnya aku mengikuti komitmenku di awal. Dulu kan aku emang ngikutin banget naruto dari kelas 5 SD sampai SMA kelas 1 atau 2, dan aku bahkan ngumpulin komik-komiknya. Sampai kemudian ayahku pernah bilang kalo aku nantinya pasti bakal bosen juga ngikutin. Ya bener sih, toh pertengahan SMA akupun berhenti ngoleksi komik-komik naruto, dikarenakan kesal karena udah nunggu komiknya keluar lama banget, trus sasuke nggak pernah berhasil ketangkep juga, cerita makin rumit, dan aku semakin kesel karena jalan keluar jadi semakin jauh. Alhasil seperti conan, aku memutuskan untuk nggak ngikutin naruto lagi sampai naruto tamat. Entah tamatnya kayak apa dan selama apa, bodo amat, aku nggak ngikutin kalo belum jelas kayak gitu. Akhirnya sampai aku kuliah semester 2 pun aku nggak ngikutin lagi tuh naruto.

Dan itu bener-bener vakumnya tuh yang sejenis nggak mau nyentuh, nggak mau baca, nggak mau nonton, nggak mau ngikutin berita. Sampai suatu hari, sekitar akhir tahun lalu, ini pun aku dapetnya dari dagelan, disitu dipasang naruto akhirnya tamat, gimana akhirnya, dan bla-bla-bla. Rasanya langsung kayak ada yang meletus gitu di kepala. Ini ya, kalo nggak ditunggu justru tamat dan itu nyenengin banget. Rasanya langsung meledak-ledak gitu pingin tau, kok bisa sih anime ini tamat? Secara sebelumnya juga dihebohkan dengan cerita doraemon yang tamat kan, meskipun doraemon sendiri euforianya nggak sebesar ketika aku tahu naruto akhirnya tamat. Berita itu, bikin aku nggak sabar buat ngikutin naruto lagi. Maksudnya, ngelanjutin nonton naruto dari terakhir aku baca ceritanya.

Tapi kali ini aku ngikutin anime, nggak baca komik, karena komiknya harus online dan males bacanya, jadi aku cari aja animenya. Dari situlah, aku mulai mengikuti naruto lagi, dan emang nggak lama sih karena setelah euforianya berhenti dan aku udah sampai cerita ketika naruto mengalahkan pain yang menghabiskan puluhan volume untuk ditamatkan, ketika akhirnya ceritanya banyak yang flashback, aku yang kecapekan ngikutin akhirnya vakum lagi. 

Setelah berita tamatnya naruto beredar, muncullah juga berikta mengenai movienya naruto yang the last. Jujur, itu film bikin aku penasaran setengah mati, secara trailernya aja bikin kejer. Naruto dan temen-temennya yang udah dewasa, kakashi jadi hokage, dan disitu diceritakan naruto dan hinata akhirnya jadian. Aku, yang typical pecinta romance, kan jadi kejer yak pingin nonton tuh film. Tapi karena aku tahu bakal nunggu lama bajakannya, akhirnya aku memaksakan diri untuk vakum lagi nonton film ini. Lah, daripada tiap hari ngerasa kesel karena nggak kesampaian nonton kan mending dilupain untuk sementara waktu.
Lalu nggak nyangka, udah hampir setaun aja deh lewat, trus ketika iseng nyari bajakannya di warnet, dapet deh, dan kualitasnya baguuuus banget. Emang udah lama sih, jadi wajar kalo dapet filmnya udah bagus.

Langsung deh nonton malam itu juga.

And this is my first review of The Last Naruto The Movie!!


Sukaaaa banget sama Masashi Kisimoto, entah kenapa rasanya si pengarang ini deh yang pingin aku puji-puji terus. Dia itu selain bisa mengemas cerita dengan indah, dia bisa terus terusan menghadirkan konflik yang ditunggu-tunggu. Mungkin karena cowok sih ya, pengemasan kisah cintanya nggak sebaik kalo aku baca serial yang ditulis oleh pengarang perempuan, tapi tetep aja, bagiku ini udah kayak jackpot banget deh si Kisimoto mau bikin cerita yang fokusnya adalah Naruto dan Hinata.

Di film kali ini, diceritakan Naruto yang sekarang sangat amat populer karena telah berkali-kali menyelamatkan desa. Dan kalau dilihat dari backgroundnnya, dia yang bisa sampai ke titik ini luar biasa banget. Apalagi untuk teman-teman sepantarannya. Mungkin banyak dari mereka yang awalnya meremehkan naruto, tetapi sekarang nggak ada satupun dari mereka yang bersikap nggak hormat sama Naruto.

Naruto di awal hidupnya memang diceritakan seolah membawa nama ayahnya, tapi ternyata nggak sekuat dan nggak sekeren ayahnya. Kemudian sampai kepada apa yang diceritakan di dalam film ini, naruto menjadi jauh lebih keren dari ayahnya, terutama dari sisi kekuatan. Aku,yang masih belum ngikutin serial anime ini lebih jauh, jelas wajib harus nonton ulang seri animenya kan. Kembali ke movie ini, disini ada konflik antara naruto yang nggak ngerti dengan apa itu ‘cinta’ dan hinata yang ingin mengungkapkan perasaannya tapi terhalang dengan gadis-gadis yang ngejar-ngejar naruto dan bagaimana naruto seolah menikmatinya. Sakura yang awalnya adalah karakter yang aku sebelin banget, secara dia emang cantik tapi jadi sok-sokan, akhirnya membuatku menikmati keberadaannya. Sebenarnya aku mulai suka sama sakura itu sejak dia dilatih sama tsunade sih. Intinya, sejak mulai naruto shippunden, banyak yang berubah dari sudut pandangku terhadap anime ini. Dan di film ini sendiri, sakura yang masih menunggu sasuke (aaaaa sasuke kelihatan sekilas-sekilas doang tapi tetep keren seperti biasa),berusaha untuk menyadarkan naruto bahwa hinata menyukainya dan berusaha untuk membantu hinata.


Suka banget deh waktu akhirnya naruto menyadari perasaannya dan bagaimana cara ia digambarkan sebagai seseorang yang akhirnya terpesona dan jatuh cinta terhadap hinata. Sakura juga membantunya dengan meyakinkan bahwa rasa suka yang pernah dimiliki naruto terhadap sakura dulu berbeda dengan perasaannya yang dimilikinya terhadap hinata. Well, naruto dan hinata ini serasi banget. Naruto yang hiperaktif dan berani dipasangkan dengan hinata yang pemalu tapi baik hati. Aku sih suka banget dan mendukung sepenuhnya sama kombinasi ini. Dan rasanya masashi kisimoto seolah mengerti keinginan penggemarnya sehingga dibuatlah juga film khusus mereka berdua. Entar di akhir cerita diperlihatkan sekilas kehidupan rumah tangga mereka. Dan ngelihat itu bikin aku pingin lihat lagi kehidupan mereka setelah menikah dan punya anak. Pokoknya, sebagai penutup, movie ini benar-benar memberi kepuasan tersendiri untuk para penontonnya.

Next.
Dan Masashi Kisimoto entah kenapa seolah masih saja tahu apa yang diinginkan penggemarnya sehingga ia membuat satu lagi film tentang anak Naruto: Boruto!


Kisah tentang boruto dan teman-temannya ini pernah sedikit diperlihatkan di akhir komiknya. Bagaimana boruto nggak tahan soalnya ayahnya; naruto, sibuuuk banget. Dan disitu juga dilihatin sasuke yang nikah dama Sakura dan punya anak namanya Surade kalo nggak Sarade, lupa deh.

Nggak heran kalo Boruto ini termasuk film yang sangat recommended dan diminati, bahkan tiketnya laku keras. Untuk cerita yang udah bisa dibilang tamat, ada movienya yang terus-terusan gini siapa siiih yang nggak senang. Itu udah kayak dapet bonus terus menerus.

Nah, di movie Boruto Naruto the Movie ini, ceritanya bekisar tentang Boruto yang merasa dirinya diabaikan oleh sang ayah karena menjadi hokage dan sangat sibuk. Naruto sendiri bisa dibilang nggak pernah punya orang tua, sehingga punya anak yang merasa diabaikan karena dirinya adalah seorang hokage juga termasuk pengalaman lain dan adaptasi baru Naruto. Ada banyak foto (walaupun pingin liat nggak sekedar foto) ketika Boruto masih kecil dan Naruto juga Hinata masih suka main sama anak-anaknya. Kemudian ketika anaknya beranjak besar dan Naruto menjadi Hokage, akhirnya dia mulai menjalani impiannya.


Yang bikin aku excited banget sama movie ini adalah:

Aku nggak nyangka aka nada cerita panjang mengenai hari-hari naruto menjadi hokage, secara kalo di komik kan cuma sekilas doang, cuma bukti kalo akhirnya impian naruto bisa menjadi kenyataan. Tapi nggak nyangka bisa lihat dengan benar-benar bagaimana sih naruto itu kalo jadi hokage, secara kecilnya kan tau banget dia kemana-mana sok teriak bakalan bisa jadi hokage dan nggak ada yang percaya. Lalu bagaimana dia memupuk kepercayaan orang-orang hingga membuatnya layak menjadi hokage, dan diperlihatkan secara jelas bagaimana hormatnya orang-orang terhadap naruto yang menjadi hokage, ya menurutku sih itu keren banget.

Kemudian, nggak nyangka pula kalo bakal ada cerita mengenai anak naruto, si boruto, yang secara penampilan miriiiiip banget sama naruto. Bahasa tubuh dan gayanya juga mirip. Walaupun boruto ini lebih cool ya, habis dia ini dah hebat sih, mungkin karena ayah dan kakeknya adalah seorang hokage, dan dia dibesarkan langsung oleh naruto yang mendapatkan kekuatannya dengan kemampuannya sendiri, sehingga boruto ya tumbuh jadi seseorang yang punya kemampuan dan semangat sehebat ayahnya. Kalau naruto kan nggak dibesarkan, lebih banyak berjuang sendiri. Nah, dan ternyata justru karena Boruto itu dah hebat, itulah yang dijadikan konflik. Lucu kalo mikirin betapa apaa saja bisa dibuat konflik oleh Masashi Kisimoto, dan konfliknya tetap diolah dengan baik sampai-sampai tetap bikin aku nangis karena terharu.


Jadi, si boruto yang hebat ini, dianggap hebat, dan merasa dirinya hebat, akhirnya seolah nggak pernah berusaha apa-apa biar menjadi lebih kuat. Berbeda dengan naruto yang selalu berada di bawah, boruto bisa dibilang jadi anak unggulan. Kedua-duanya sama-sama nggak suka kalah, makannya waktu boruto berada di posisi bahwa dirinya bisa kalah dan dia nggak mau nunjukin itu, seolah pingin tetap terlihat hebat dan jenius, dia pake cara curang, yaitu pake alat yang bisa menciptakan jurus beberapa kali lebih kuat.

Sedih lagi deh kalo udah cerita tentang naruto dan anaknya. Si Naruto ini merasa boruto mirip dengan sasuke, karena hebat dan lebih bergaya, masa kecilnya ya. Tapi Sasuke lebih merasa kalau boruto mirip dengan ayahnya, mungkin kekeraskepalaannya ya. Naruto juga frustasi  dan sedih dong ya, kalau ternyata anaknya justru malah curang, padahal sebenarnya naruto ingin memberikan nilai-nilai perjuangan dalam diri anak-anaknya. Itu kelihatan banget kok dari bagaimana dia berani terjun langsung ke lapangan ujian cuma untuk mempermalukan anaknya biar anaknya ini belajar. Iyalah, secara naruto selama ini apa-apa berjuang sendiri, sedihlah liat anaknya kok kayak gitu. 

Disini ntar Boruto minta sasuke jadi gurunya soalnya dia mau ngalahin naruto. Boruto selama ini selalu merasa bahwa ayahnya cuma duduk santai-santai, dan nggak peduli keluarganya. Jiah, nggak tau aja boruto gimana kok naruto bisa sampai di bangku hokage, nggak tau perjuangannya, dan bahkan nggak tau apa yang ada dipikirannya selama jadi hokage. Kalau ngiktuin kisah naruto dari awal, pasti tahulah betapa ia sangat pantas mendapati kedudukannya sebagai hokage. Rasanya bagus juga kalau hinata yang mengikuti jatuh bangunnya naruto cerita ke anak-anaknya tentang si ayahnya ini.


Begitulah, intinya kesombongan boruto akhirnya disadarkan ketika konoha lagi-lagi diserang musuh, dan ini memang musuh yang berbahaya. Boruto yang selama ini selalu melihat ayahnya seolah nggak melakukan apa-apa tapi mengabaikan keluarga, akhirnya melihat dengan kepala sendiri betapa sang ayah berjuang untuk menyelamatkan desa yang didalamnya ada orang-orang yang dikasihinnya. Dan melihat seberapa besar kekuatan ayahnya yang menjadi hokage ini, dan akhirnya nyadari juga kalo si ayah keren sangattt. Entah kenapa walaupun karakter boruto di awal bukanlah anak yang terpuji, tapi aku merasa bahwa ini karakter yang sangat matang dan cocok untuk dikombinasikan dengan karakter si naruto sendiri. Bisa dibilang keduanya agak berlawanan, tapi kemudian di akhir memang diperlihatkan kalau boruto memang anak seorang naruto. Jadi aku sama sekali nggak keberatan kalo karakter Boruto di awal memang menyebalkan, karena karakter tersebut pun akan berkembang.


 Kalo lihat naruto dan boruto, aku jadi keinget kisah orang tua naruto dan naruto sendiri. Dimana juga sama-sama diceritakan kalau naruto marah ayahnya seorang hokage, padahal ayahnya nggak bakal meninggal kalo bukan hokage dan pasti mereka bakal jadi keluarga yang seutuhnya, sampai akhirnya ia sendiri merasakan bagaimana perasaan si ayah yang ingin melindungi desanya dengan segala kekuatannya. Lagian dulu yondaime akhirnya meninggal juga karena ingin menyelamatkan anaknya kan. Aaah pokoknya tiga generasi ini kalo lihat gimana rasa sayang dan pedulinya ayah dan anak ini, rasanya pingin nangis aja.

Trus di movienya boruto ini juga dihadirkan sasuke yang bikin pingin kya kya banget deh. Habisnyaa dia jarang kelihatan ya, dan lihat dia dengan penampilan dewasa bersama naruto melindungi desa, kurang keren apa sih duo ini? Dulu mereka rival, trus temenan, trus akhirnya benar-benar jadi musuh, trus baikan lagi. Hubungan naruto dan sasuke ini banyak jungkir baliknya deh. Bagaimana sasuke pernah sangat membenci naruto dengan semangatnya padahal sama-sama nggak punya orang tua, bagaimana sasuke pernah bangga sama naruto padahal biasanya dia kesel setengah mati sama gaya naruto yang sok-sokan, hingga dapat movie ini diperlihatkan bagaimana dua orang ini klop banget. Yang namanya benci jadi sayang itu emang nggak melihat gender. Rasanya pingin banget duo ini terus-terusan ada. Cara mereka saling bahu-membahu juga keren banget lagi. Pokoknya keren banget deh naruto sama sasuke ini. Udah sasuke juga kekuatannya luar biasa, naruto juga luar biasa, wajar kalo dibilang cuma sasuke yang bisa nyaingin naruto dan sasuke ini bener kalo dibilang dia hokage lainnya naruto. Maksudnya, pernah diperlihatkan di the last movie, kalo sasuke bilang bahwa dia yang akan melindungi desa disaat naruto nggak ada. Kan gitu kelihatan banget ya kalo dalam lubuk hati sasuke sebenarnya dia selalu ingin berada di belakang naruto dan mendukung juga membantu naruto menjadi hokage meskipun mereka sama-sama kuat. Mungkin separuhnya karena dia merasa satu-satunya cara untuk membantunya menghilangkan dosa karena pernah berkhianat pada konoha adalah dengan membantu naruto menjadi hokage dan bersama-sama ngelindungi desa.



Anyway, entah itu naruto, sasuke, sakura, hinata, dan bahkan anak-anak mereka, semuanya keren banget.
Aku jadi penasaran kira-kira boruto atau naruto ini bakal ada lanjutan komiknya nggak ya atau si masashi kisimoto emang udah memutuskan pensiun dari naruto?

Aaaah~ padahal rasanya aku nggak ada henti-hentinya pingin melihat konflik-konflik lain dari keluarga yang sudah menjadi dewasa ini, juga boruto sendiri yang punya karakter yang sangat memungkinkan unutk dibuatkan serial lagi, apalagi boruto ini entah kenapa menurutku menarik karena dia pintar walaupun bodoh dalam beberapa hal, selain itu dia juga bad boy. Yaaah, mirip2 naruto sih tapi ada charm lain yang membuatnya berbeda dan menarik.



Salam, ADLN_haezh

Tidak ada komentar :

Poskan Komentar

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Catatan Terbaru