#MLMTalks Kembali ke Herbalife

Jika kamu berubah, segalanya akan berubah untukmu. - Jim Rohn 



Setelah memutuskan untuk melepas Herbalife... sementara..
Aku mulai fokus untuk menyelesaikan skripsiku. Dan acara-acara terkait bisnis yang memang sudah aku ikuti sebelum Herbalife. Tapi itupun tidak sering, hanya kalau ada acara saja. Selain itu, aku fokus menyelesaikan skripsi.

Sempat aku mendapat pesan dari sponsorku bahwa beliau akan kirimkan untukku timbangan, sebuah tools yang dipakai oleh banyak konsultan Herbalife untuk bekerja,

Sejujurnya, sebelum itu aku juga sudah ingin sekali memiliki timbangan, sehingga aku bisa keliling dan menawarkan timbang gratis, seperti itu. Tapi karena tidak ada, aku tidak tahu harus bagaimana, sedangkan aku belum siap untuk presentasi langsung kepada orang-orang, secara aku sendiri masih tidak paham akan banyak sekali hal.. kupikir, kalau aku mau presentasi, apa yang harus aku presentasikan?

Aku tidak butuh waktu lama sih, untuk mengiyakan hal tersebut.
Entah kenapa, di dalam hati kecilku, ada sedikit suara yang berkata bahwa aku pasti bisa bekerja dengan modal timbangan tersebut, entah bagaimana caranya.

Karena sebelumnya saat dulu aku ditimbang dengan menggunakan timbangan tersebut, aku langsung jatuh cinta begitu saja.. ingin punya... ingin rasanya semua orang mencoba timbangan tersebut.

Tapi kukira itu wacana, karena selama beberapa bulan setelahnya juga tidak ada kabar lanjutan apakah timbangan itu akan dikirimkan kepadaku.

Dan perasaan untuk kembali ke Herbalife juga semakin pudar.

Aku kembali fokus skripsi... dan..

aku akhirnya menyelesaikan skripsi

Setelah sidang itu, aku sempat ikut satu kelas, yang akhirnya berlanjut ke sebuah event yang aku ikuti... tapi di event tersebut aku masih blank, karena sudah lama tidak bersentuhan kembali dengan Herbalife dan aku tidak merasakan apapun.

Dari banyak kelas yang aku ikuti, selalu ada testimoni yang mengatakan dan meminta untuk kami datang ke setiap event. Karena belum tentu satu event saja berhasil mengubahmu, tetapi kamu pasti akan menemukan titik balik di salah satu event yang kamu ikuti.

Selama beberapa saat aku sempat berpegangan terhadap hal tersebut, datang ke event... tapi aku tidak juga menemukan titik balik, tidak juga merasa semangat untuk mengerjakan, intinya aku merasa tidak mendapatkan apa-apa. Itulah kenapa aku terus merasa ingin sudahi saja.

Sebelum sidang, yaitu setelah seminar tugas akhir, aku sempat mengikuti sebuah acara dari komunitas bisnisku, menginap di hotel 2 hari kalau tidak salah... seru, seru sekali. Aku mendapat banyak teman, dan lebih penting, itu adalah pengalaman baru untukku.

Tapi... aku merasa ada hilang.

Tapi juga bukan alasan, karena bagiku kalau aku tidak kembali ke Herbalife pasti inilah satu-satunya pijakanku.

Bulan Juli 2018, bertepatan saat saudaraku di Surabaya lahiran, ada sebuah event di Jogja.. dan aku merasa bersyukur karena aku ke Surabaya sehingga aku bisa membuat alasan untuk tidak datang ke event tersebut, walaupun... sebetulnya aku kalau ingat sekarang kok nyesel ya hehehe..

Pokoknya, di akhir bulan itu.. aku dihubungi lagi, dan tiba-tiba sponsorku berkata akan ke Jogja dan membawa timbangannya.

Dalam hati, entah kenapa aku tahu bahwa pengumuman itu akan menjadi turning point bagiku. Aku harus lagi-lagi membuat keputusan besar.

Beberapa hari sebelum bertemu sponsorku, aku terus terusan berfikir mengenai apa yang akan kupilih. Bisnisku sekarang, atau Herbalife.. secara, aku sudah lulus.. aku harus segera membuat sebuah keputusan kemana masa depanku.

Pada saat itu, aku sebetulnya sudah tahu bahwa orang yang benar-benar mengerjakan Herbalife, akan sukses. Tapi bagiku saat itu, untuk sukses di Herbalife adalah sebuah hal yang amat sangat sulit. Aku belum sadar, bahwa saat itu aku masih berdiri di pintu masuk Herbalife, belum masuk ke dalam, tapi aku merasa seolah aku sudah tahu segalanya, padahal tidak.

Berbekal rasa ingin memiliki timbangan tersebut, dan 'tidak enak', dan ... sebetulnya yang bertemu denganku bukan orang yang sama dengan yang dulu pertama kali kutemui, melainkan suaminya. Aku juga nyaris tidak pernah berinteraksi saat ada acara keluarga, sehingga pertemuan ini... aku merasa seperti baru bertemu saja, begitu.

Dan rasa tidak nyaman dan takut yang dulu pernah kurasakan, kembali hadir. 
Aku merasa bahwa di pertemuan ini aku akan mengambil langkah, aku hanya tidak tahu saja langkah apa. Tapi aku pasti membuat keputusan.

Dan benar.

Karena aku bertemu sponsor yang selama 6 bulan tidak pernah kutemui, aku merasa seperti mendapat energi baru.

Aku mulai banyak bertanya, dan beliau memberikan banyak sekali masukan terutama untuk bagaimana aku harus menjalankan bisnis ini.

Aku tidak tahu bagaimana ceritanya, aku hanya merasa bahwa saat pulang membawa timbangan, aku ingin berterimakasih, kepalaku seperti baru saja terbuka, aku seolah baru saja mendapatkan sebuah sudut pandang yang baru. Aku mendapat suntikan tenaga. Tiba-tiba aku mulai mencari cara, mencari siapa orang yang mau aku timbang. Aku belum melakukan aksi apa-apa memang, tapi aku mendapat energinya.

Tapi bukan disitu turning poinku.

Semenjak aku dipinjami timbangan itu, aku merasa penasaran akan banyak hal.. paling banyak tentang bidang nutrisi ini sendiri. Aku sempat mengutarakan pada ayahku bahwa aku akan ke kantornya dan aku akan timbang teman-temannya. Aku belum tahu apakah aku sanggup, tapi keputusan itu tercetus saja tiba-tiba.

Dan seolah sebuah pintu terbuka lebar, aku tiba-tiba saja merasa banyak hal yang mulai berubah.

Suatu hari.. ada sebuah event rutin yang aku tidak pernah hadir, tapi pada saat itu aku tiba-tiba saja merasa sanggup untuk hadir, dan ingin hadir.

Itu adalah event kecil, sangat kecil.

Tapi disitulah... turning poinku.

Saat masuk ke ruangan, dan di depan ada seseorang yang aku belum pernah lihat beliau bicara, dan beliau bicara di depan dengan berapi-api, dengan banyak tawa. Aku banyak tertawa, dan terpingkal. Mendengar perjuangan hidupnya.

Aku merasa bisa. Tiba-tiba aku merasa aku bisa mengerjakan ini. Sekalipun aku masih belum tahu caranya.

Dan kemudian aku merasa ada pintu lagi yang terbuka lebar,
aku ditemui oleh seseorang.. yang sangat luar biasa. Aku sebelumnya pernah bertemu, tetapi karena dulu aku tidak paham jadi hanya kuanggap angin lalu. Sedangkan saat itu, aku merasa aku ingin mengikuti semangat beliau.

Terbuka lagi pintu lain.
Sebuah event rutin yang aku tidak pernah benar-benar pulang membawa sesuatu.
Di event itu aku membuat keputusan besar.. sebuah keputusan yang aku tidak tahu bagaimana nanti, tidak tahu bagaimana cara melakukannya, aku juga tidak pernah melakukannya sama sekali, tapi aku akan melakukannya ... dan aku pasti bisa.

Ketika aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku bisa melakukannya. Hal-hal lain terjadi. Aku diajak untuk ikut ke sebuah acara presentasi, dan disana aku belajar bagaimana caranya presentasi. Aku bahkan terbawa untuk bertanya banyak sekali hal.

Dan setelah itu, entah kenapa aku merasa aku bisa melakukannya.

Perasaan itu membawakan perasaan was-was,. takut, gugup luar biasa.. karena aku akan berhadapan untuk pertama kalinya, di depan banyak orang.. dan melakukan presentasi seorang diri.

Aku paham bahwa sebelumnya aku pernah begitu takut untuk melakukannya, merasa harus segera pergi jauh-jauh tidak mau dekat-dekat dengan hal-hal berbau presentasi. 

Tapi ternyata, aku hanya perlu mencontoh untuk bisa melakukannya.
Dan benar, aku akhirnya melakukan presentasi, hanya karena mencontoh seseorang melakukannya.

Keputusan itulah yang membuatku masih bertahan, hari ini... 8 bulan setelahnya, dan terasa sangat cepat.. aku tidak sadar sudah 8 bulan aku berada di perusahaan ini dan masih menikmatinya..



Salam, Adlina Haezah

Komentar