Sudah kuceritakan bagaimana akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan Herbalife, sebagian besar dilandasi dengan rasa terpaksa.
Tapi tahukah, setidaknya aku sudah merasa lega.
Aku yakin aku tidak akan dikejar-kejar lagi untuk bergabung, seperti di tahun 2012 yang aku terus dikejar-kejar untuk segera join dan akhirnya aku kagok, jadi aku menciptakan sedikit trauma pada diriku sendiri.
Keputusanku untuk bergabung dengan Herbalife membuatku mengetahui beberapa hal, yang aku yakin tidak akan kuketahui jika aku tidak bergabung.
Karena aku harus mengurus kememberanku, dan aku ingin segera menyelesaikannya, akhirnya aku memutuskan untuk datang ke centernya, juga datang ke rumah nutrisi. Dua hal yang sebelumnya, sebelum keputusanku untuk ikut event pertama aku merasa tidak perlu datang, dan tidak tertarik datang.
Aku harus datang, karena dengan datang itulah urusanku selesai.
Well, aku tidak tahu bagaimana ceritanya. Alurnya kemudian dibawa aku untuk ikut kelas paliiing perdananya, yang seharusnya jadi kelas awal aku sebelum datang ke event sebelumnya.
Dan disana, suasananya lebih sederhana. Tapi tetap ada kesan yang membuatku tidak nyaman saat melihat orang-orang yang melakukan testimoni di depan. Musik-musiknya tetap keras, dan orang-orang masih suka sekali bertepuk tangan. Duh, aku harus ikut, karena justru terlihat aneh kalau tidak melakukannya. Tapi yang jelas nih ya, aku lebih susah untuk tersenyum tulus.
Antara paham- dan tidak, tetapi aku tidak lagi merasa terintimidasi disana. Oh ya, sebetulnya kan seharusnya acara itu untuk orang-orang yang belum member ya, dan untuk yang baru datang kesana. Tapi karena aku masih sangat baru dan belum tahu apa-apa, jadi setiap ditanya 'siapa yang tamu baru?' aku selalu angkat tangan. Selain itu juga, aku tidak tahu siapa sponsorku, siapa pengundangku. Sedangkan orang yang mengajakku tidak di Jogja, aku tidak tahu siapa Tab Team-nya. Pokoknya aku tidak tahu apa-apa soal silsilah. Cari aman, kujawab saja satu-satunya orang yang kukenal di Herbalife ini dan ada di Jogja.
Oh ya, aku juga akhirnya berkenalan dengan rumah nutrisi dan akhirnya aku merasakan paket sarapan sehat. Aku merasakan 2 produk lain yang sebelumnya belum pernah kurasakan.
Dan darisana, aku dikasih tahu jadwal kelas selama sebulan full.
Entah apa yang menggerakkanku. Kalau boleh jujur, sebetulnya aku sangat malaaas sekali untuk ikut setiap kelasnya. Ya meskipun gratis ya. Tapi aku begitu malas, jadwalnya bisa dari pagi hingga sore. Tapi karena diajak terus, aku merasakan beberapa hal saat itu: penasaran dan tidak enak sama saudaraku (lagi).
Aku merasa harus menunjukkan progress.
Dan ada banyak hal yang masih tidak aku mengerti, sehingga aku merasa perlu, setidaknya tahu, aku ini berada dimana dan sedang apa. Ada beberapa training yang sangaat menarik, dan aku mencatat banyak, karena itu tentang character development. Tapi aku selalu down ketika membahas masalah pemasarannya.
Karena akupun tidak tahu cara berjualannya.
Semuanya berbeda dengan yang aku sering lakukan.
Dan terlalu banyak etika - sebelum aku tahu, betapa sangat membantu etika ini -
Aku merasa, untuk sekadar berjualan saja, aturannya bermacam-macam. Aku bahkan harus ketemu orang!
Aku harus presentasi!
Aku harus MENAWARKAN.
Sesuatu yang sangat amat kubenci.
Aku terus berfikir, bisa tidak sih, kujual saja online seperti yang sering kulakukan. Ranah ini menjadi sangat menyebalkan untuk kusentuh karena biasanya aku cuma upload produk, dan sudah tinggal menunggu pembeli.
Yang paling aku bingung adalah, kita boleh menggunakan sosial media, tetapi tidak boleh upload produk.
Kupikir, kalau barang yang kita jual tidak boleh ditampilkan, lalu bagaimana cara menjualnya?
Dan tidak boleh dijual di marketplace, tidak boleh menunjukkan harga.
Karena aku itu orangnya kalau sudah diberitahu satu peraturan, alam bawah sadarku cenderung untuk mematuhinya, dan dalam kasus ini, hal tersebut menjadi sangat membatasiku.
Dan aku tidak tahu bagaimana cara keluar dari keterbatasan itu.
Selama satu bulan penuh, kuikuti bermacam-macam kelasnya. Nyaris setiap hari aku ikut.
Hingga aku merasa cukup paham, tetapi aku juga menjadi semakin kehilangan gairah untuk melanjutkan herbalife ini. Semuanya tidak sesuai dengan idealismeku dalam berwirausaha.
Selain itu, ada banyak orang di dunia online yang juga memasarkan dengan mencantumkan harga dan dengan harga yang sangat murah.
Kupikir, habislah aku di pasar ini. Secara harga, dengan diskonku ini, aku jelas tidak akan menang.
Lalu, aku juga tidak mengenal siapapun. Aku selalu merasa sendirian, harus mencari tempat bernaung saat istirahat, hal ini mulai membuatku lelah. Aku merasa asing dan semakin terasing saat berada disana.
Dan akhirnya aku mulai absen untuk ikut kelasnya.
Dan di 1 minggu terakhir di akhir bulan, aku jatuh sakit.
Setelah mengikuti event milik rico huang, aku sakit dan selama seminggu aku nyaris selalu muntah, pusing, dan badanku sakit semua.
Aku tidak bisa makan shake. dan aku tidak tahu kalau aku sedang mengalami detoks yang luar biasa saat itu, setelah konsumsi shake. Tapi aku tidak konsultasi.
Aku malah merasa ini saatnya mundur, karena aku tidak akan cocok. Aku tidak cocok dengan lingkungannya, dengan orang-orangnya, aku sulit beradaptasi. Aku juga selama sebulan ini tidak kunjung mendapat penghasilan. (ya padahal aku tidak benar-benar kerja, paling hanya menghubungi beberapa orang, dan saat mendapat penolakan, semangatku redup secepat kilat... hm.. lucu sekali pola pikirku saat itu).
Dan setelah satu bulan pertama,
aku mulai menghilangkan diri.
Dengan berbagai alasan, salah satunya adalah skripsi dan alasan sakit itu.
Aku mulai tidak bisa dihubungi, dan tidak membalas pesan, dan yang jelas aku nyaris dibilang stop untuk ikut event-nya.
Sambil fokus skripsi, aku mulai kembali ke rutinitas awalku... online shop.. dan nonton film, nonton drama.. menyegarkan pikiran dan hatiku. Lalu aku juga mulai mengikuti event bisnis lain.
Lucunya, aku tidak sadar saja.. bahwa keberanianku untuk memutuskan ikut berbagai kelas di Herbalife dan event-nya, ternyata berdampak pada keberanianku saat ikut event yang bukan herbalife, dan tetap sendirian.
Kalau dulu, aku selalu cari teman.
Tapi di ranah ini, aku nyaris tidak punya teman, dan aku tahu aku harus sendirian kalau memang mau maju.
Hanya saja aku merasa mampu, sanggup, dan berani, untuk sendirian. Akhirnya aku mencicipi untuk semakin rutin di komunitas bisnisku yang sempat terabai karena aku mencoba Herbalife ini. Ini komunitas yang sudah kuikuti sejak sebelum Herbalife, dan dengan modal yang jauh lebih besar dari kememberanku di Herbalife, aku merasa harus komitmen dan serius disini.
Setelah beberapa acara di komunitas bisnis ini, aku memaksa diri untuk mengamati dan mengenal orang-orang di dalam komunitas tersebut, karena sama... ada kelas-kelasnya juga. Dan aku ingin masuk ke kelas-kelas tersebut. Dan ketika aku mulai ikut ke acara besarnya, aku merasa saat itu... aku mungkin cocoknya di komunitas ini, dan Herbalife... emm.. pikir besok sajalah. Tapi memang, melihat rasa nyaman, aku merasa lebih nyaman dengan cara kerja di komunitas ini, karena semua punya bisnis masing-masing dan punya cara masing-masing pula untuk mengelola bisnisnya sendiri. Aku tidak perlu tergantung dengan sistem kerja perusahaan, etika, dan lain sebagainya. Aku merasa komunitas ini lebih ke aku.
Dan Herbalife, aku pikir aku akan mencari uang banyak untuk bisa konsumsi produknya saja dan fokus programku, tidak usah ke ranah bisnis.
Tapi ya tidak kusampaikan itu pada sponsorku.
Bahkan setelah shake pertamaku habis, aku tidak order lagi. Belum mau. Belum ada uang. Dan itu semakin menjauhkanku dari bisnis Herbalife. Karena kan dasar bisnisnya, adalah konsumsi. Sedangkan aku saat itu tidak.
Aku juga lebih fokus untuk skripsi.
Pernah suatu hari aku harus ikut event awal bulan, sekitar 2 bulan aku tidak lagi bergabung ke sistem dan menghilang untuk ikut acaranya karena aku dibayari. Aku bertemu orang luar biasa dalam acara itu, dan seharusnya aku bergairah.
Tapi tidak.
Aku tidak merasa demikian. Semua materi terbang, aku tidak membuat catatan apapun. Saat itu aku bersama temanku, dan melihat mereka tidak paham apapun sempat membuatku merasa lebih senior, karena aku tahu apa yang akan terjadi di dalam event tersebut. Tapi ya.. yang pasti aku tetap tidak kenal dengan siapapun disana. Dan karena closing acaranya adalah untuk aku menjadi supervisor, aku merasa belum siap untuk menghadapi rasa tidak nyaman seperti saat awalku bergabung dulu,
Fokusku pada event itu adalah.. pulang.
Dan pikiranku itulah yang membuat event yang seharusnya luar biasa, menjadi tidak berarti bagiku. Aku pulang tanpa membawa apapun saat itu, dan aku menjadi semakin tidak peduli.
Semenjak itu.. masaku berhenti di Herbalife akhirnya benar-benar dimulai. Aku merasa ingin sudahi saja segalanya tentang Herbalife.
Dan aku memutuskan untuk menghilang dari Herbalife.
Pada saat itu.
Itulah... titik dimana aku menyerah terhadap Herbalife. Dan memutuskan melanjutkan hidupku yang lain.
Dan perlu dicatat: bahwa keinginanku untuk tidak mau berubah saat itu, membuat segalanya sama sekali tidak berubah. Lihat, ada banyak hal luar biasa yang terjadi di awal aku bergabung (jika kupikirkan sekarang), tetapi aku tidak merasakan adanya perubahan dan progress apapun, keputusan-keputusanku saat itu juga tidak membuahkan hasil apapun. Dan itu, karena dalam alam bawah sadarku aku memang tidak mau berubah, aku terus-menerus mencari frekuensi nyaman di kepalaku, mengharapkan segala hal berjalan sesuai dengan keinginanku. Aku merasa tidak bisa, tidak bisa, dan tidak bisa.. terus terusan mencari alasan, tanpa henti. Dan itulah yang terjadi, aku tidak mau berubah, aku tidak mau ada perubahan.. and it happens guys. Nothing change.
Salam,
Adlina Haezah
Komentar
Posting Komentar
Syarat menambahkan komentar:
>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)
terimakasih
-------------------------------------||-------------------------------------
Regulation to fill the comment box:
>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)
Thank you