Tane x Xixi x Dyva

Sebagai perempuan, tentunya untuk karakter ini sendiri aku lebih fokus ke POV karakter perempuannya, yaitu yang diawali dari Tane.

Setelah cerita sampai ending, dimana akhirnya Dyva menikah sama Alex, aku kan bikin video gitu ya, dan nggak tau kenapa setiap aku nonton video yang aku persembahakan untuk Dyva ini, bawaannya selalu pingin nangis. Apalagi disaat aku tuh tahu dia end up nya sama siapa.

Aku kan ngikutiin dari jaman RP Jirlah Matane ya. Dimana memang hubungan Tane x Senkora tuh cinta pertamaku di dunia RP. But, ternyata itu juga cinta pertama karakter Tane, dan juga cinta peretama karakter Senkora. Jadi dari aku sebagai penonton, Tane dan Senkora sebagai karakter, kami semua sama-sama dalam posisi jatuh cinta untuk pertama kalinya. Itulah kenapa kisah mereka ini wajar kalau bikin banyak orang tertarik nonton RP, tapi juga jadi alasan mereka patah hati juga. Tane ini adalah karakter yang masih belajar tentang dunia, tapi dia bisa melihat hal-hal sederhana menjadi indah. Ia banyak tersenyum, dan banyak bersenang-senang.

Lalu… perpisahan itu terjadi. Dunia memaksa keduanya untuk mengambil jalan yang berbeda. Senkora dan Tane saling melepaskan satu sama lain, dengan doa yang tulis, tapi juga meninggalkan hampa yang menyakitkan dan tidak tersembuhkan. Senkora berharap Tane menemukan cintanya yang lain, walaupun dirinya mungkin akan selamanya hidup dalam kesendirian :((.

Lalu setelah perpisahan mereka, Tane dan Senkora melangkah ke jalan hidup mereka yang lain, yang berbeda, bahkan nggak lagi bersinggungan. Seolah mereka hanya dihadirkan satu sama lain sebagaia tempat belajar, yang nggak tergantikan, tetapi tidak untuk selamanya. 

Dan karena aku sejak awal nontonnya dari POV Tane, jadi aku memang lebih banyak mengikuti RP kehidupan Tane selanjutnya. Akhirnya aku mengenal identitas asli Tane sebagai Xixi, dan yah.. aku jatuh cinta lagi sama Raiden dan Xixi. Tapi jatuh cinta yang lebih dewasa. Cinta yang menawarkan kelembutan, pengertian, kehangatan, dan semua yang sempurna tentang cinta.

Xixi ini versi Tane yang lebih banyak cobaannya. Versi Tane yang terpaksa digempur jahatnya dunia. Kalau Tane x Senkora mungkin vibesnya kayak lihat kehidupan remaja yang sedang belajar, banyak salahnya, tapi semua itu seru. Masuk ke Xixi, dunia seolah menjadi tempat yang jahat, yang selalu berusaha membuat seorang Tane yang ceria dan yapping, mulai mengenal kesunyian yang menyakitkan. Suaranya semakin pelan, dan ia mulai lebih terlatih untuk memendam. Bahkan ia sampai di titik, apakah dirinya masih pantas untuk menerima cinta dari seseorang, bahkan kalau orang itu adalah Raiden yang cintanya begituuu besar.

Tapi, nasib tidak cukup baik untuk mereka. Xixi dan Raiden dipisahkan oleh maut. 

Dan Xixi yang saat itu sudah mengalami tragedi yang merenggut identitasnya untuk kedua kalinya, menyadari bahwa sepertinya cinta memang bukan untuk dirinya.

Akhir kisah cinta dari Xixi adalah ketika ia menjadi Dyva. Seorang yang dulu kukenal sebagai Tane: seorang gadis yang ceria, murni, penuh cinta, dan banyak bicara, menjadi seorang wanita yang harus sekuat batu karang. Fisiknya, hatinya. Ia lebih banyak diam, mengamati, memutuskan, belajar untuk tega, tapi tetap mengorbankan dirinya karena Tane tidak pernah hilang darinya. Nyawa manusia berharga, meskipun dunia mengajarkan sebaliknya. 

Ketika Dyva ditunjuk menjadi seorang pemimpin keluarganya, semua beban jatuh ke pundaknya. Ia dipaksa untuk berubah. Menjadi lebih kejam, menjadi lebih tegas, menjadi lebih berani, menjadi seseorang yang mungkin berkali-kali selalu terpaksa melakukan hal yang bertentangan dengan nuraninya. Dunia memaksanya untuk bangkit, di saat ia sudah berkali-kali berharap untuk menyerah. Dunia terlalu menyakitkan, tapi seringkali, dunia juga penuh dengan cinta.

Dan harapan tipis yang dipegang Tane itu, mewujud dalam sosok yang tidak pernah ia sangka akan berhadapan denngan dirinya, seumur hidupnya.

Menikah dengan Alex, tidak pernah masuk rencana dalam masa depannya. Alex tidak pernah masuk kriterianya, semua tentang Alex bertentangan deengan nuraninya. Kalau Dyva masih merupakan Tane yang dulu, ia akan memilih untuk menjauhi Alex sejauh mungkin. Dan kalau Alex bertemu dengan Dyva sebagai Tane, mungkin Tane tidak ada lagi di dunia ini karena Alex mungkin sudah membunuhnya lebih dulu menganggap Tane sebagai gangguan yang tidak penting.

Tapi siapa sangka, justru takdir menyatukan keduanya. Dengan cara yang aneh. Dengan cara yang tidak senormal biasanya. Alex yang merupakan perwujudan dari kekejaman bertemu dengan Dyva yang sudah terlalu terbiasa dengan kejamnya dunia, tapi justru mereka berdua jugalah yang saling dilembutkan hatinya. 


Komentar