Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review Drama Korea FAITH - The Great Doctor (Lee Min Ho, Kim Hee Sun)

Kamis, Januari 16, 2014

 

Buaaaah, akhirnya selesai juga nonton Faith yang filenya udah hampir menjamur di harddisk. Hehehhe. Sebenernya ini juga akhirnya aku bener-bener memutuskan untuk nonton ketika The Heirs, drama barunya lee min ho sama park shin hye udah tamat dan aku nggak bisa meloncati Faith dan nonton The Heirs duluan walaupun udah pingin banget. Mmm... maksudku, si Lee Min Ho ini masalahnya udah aku tobatkan sebagai aktor yang dramanya harus urut aku tonton semua setelah BBF. Yaah... pernyataan absurd sih. Lupakanlah.

Faith. Kalo bahasa indonesianya itu berarti takdir. Dan well, drama ini hampir semuanya berhubungan dengan takdir. Karena kalo enggak, aku juga nggak tahu drama ini bakal jadi kayak gini atau enggak. Maksudnya, karena dihubungkan dengan judullah drama ini jadi kedengeran masuk akal. Habis kalo kita nggak berfikiran bahwa semua yang ada di drama ini adalah takdir sebenernya agak make sense gitu sih.
Ada beberapa hal yang ingin aku puji sekaligus aku kritik di drama ini. Beberapa hal memang berhasil membuatku kagum, tapi beberapa hal lainnya agaknya membuat aku kurang puas.


Drama ini berjumlah 24 episode. Kedengerannya panjang sih, tapi kalo di tambahin satu episode pun sebenernya masih cukup.

Aku harus mengacungi jempol sama Lee Min Ho yang semakin baik aktingnya di setiap drama yang dia mainkan. Secara karakter, sebenernya aku lebih suka karakter dia di drama sebelumnya, City Hunter. Agaknya drama Faith ini jadi nerusin yang city hunter karena temanya sama-sama action. Alhasil jadi bandingin deh. Awalnya sih iya, aku bandingin si Lee Min Ho di City Hunter sama di drama ini, dan aku ngelihat karakter misteriusnya dia itu lebih kena waktu main City Hunter. Entah yang salah ada di sutradara atau penulis naskah dalam pembentukan karakter, tapi disini, meskipun tetep aja keren actionnya dia, aku masih kurang puas. Menurutku sih itu bukan salah Lee Min Ho. Sebagai seorang aktor dia sebenernya mainnya udah baik. Justru secara ekspresi dia sebenernya udah jauh lebih meningkat dan lebih kuat. Permainan matanya juga aku suka disini. Dan yang terpenting adalah profesionalisme dari Lee Min Ho sendiri. Nah, baru deh ketika udah menuju ke episode belakang, waktu tiba-tiba rasa penasaranku akan histori korea meluap-luap, aku baru bisa memahami betapa berartinya peran ini untuk Lee Min Ho sendiri. Aku juga tahu kenapa dia sangat tertantang dan tertarik untuk menerima peran ini di drama Faith. Karenaaa... sebenernya dia disini itu meranin perjuangan seorang panglima jendral, Choi Young, yang bener-bener ada di korea itu sendiri. Dan secara sejarah, karakter Choi Young sendiri adalah karakter yang sangat kuat. Itulah kenapa, ketika aku tahu bahwa Lee Min Ho meranin peran pejuang sejarah yang amat di puja di korea, aku mengerti kenapa ia menerima tawaran untuk main di drama ini. Yang paling penting, Lee Min Ho memainkan karakter ini sesuai yang di harapkan. Huff... kalo main pedang dan bertarungnya dia, nah kalo di bandingin sama city hunter, dia disini gaya bertarungnya menurutku lebih mateng. Udahlah, dia mah kalo dikasih karakter bertarung gitu aku acungin jempol dah. keren banget.

Mmmmm, aku suka banget sama lee min ho yang karakternya seorang kapten. Dia itu bener-bener nggak tersentuh. Nggak ada yang bisa bunuh dia saking kuatnya. Dan aku suka banget lee min ho yang kuat kayak gitu. Rasanya penuh perlindungan kalo disamping dia, dan yakin deh nggak bakal kenapa-napa. Itulah kenapa aku sedikit mengacungi karakter yang diambil dia disini. Bedanya disini sama di city hunter, selain perbedaan senjata, level kekuatannya juga jauh berbeda. Di city hunter karakter lee min ho itu kuatnya memang di atas rata-rata dan cerdas, iya. Tapi disini dia bukan cuma kuat di atas rata-rata, kuatnya choi young yang diperankan lee min ho disini itu udah di atas yang paling kuat bahkan kalo di bandingin sama semua pembunuh korea. Levelnya jauh di atas lee min ho di city hunter. Makannya aku nggak bisa berhenti kagum sama tangan dinginnya yang bisa begitu mudah bunuh orang. Bener-bener, aku pingin lihat karakter itu lagi, tapi mungkin bukan disini. Atau, sebenernya aku pingin lihat dia disini dengan karakter itu, tapi kalo ceritanya bisa lebih mendebarkan sih.


Apa ya yang salah?

Pada akhirnya aku sama sekali nggak mempersalahkan karakter-karakter di drama ini. Pada dasarnya, semua karakter di Faith ini aku suka sama akting mereka.

Anehnya, waktu aku nonton, aku nggak dapet gereget sebesar ketika aku menonton drama lainnya. Entah karena aku telah beristirahat terlalu lama setelah episode satu atau karena apa, aku juga nggak tahu. Karena dari itulah, aku mencoba mencari tahu.

Nah,waktu udah mendekati ending dan berusaha menganalisis apa yang membuatku merasa tidak nyaman ketika menonton drama ini ternyata terletak pada permainan alurnya. Permainan alur di drama ini nggak seseru ketika aku nonton drama historical lainnya. Beberapa episode awal hampir membuatku bosan karena aku tidak juga menemukan titik yang bisa membuatku terus dan terus penasaran untuk mengikuti perkembangan cerita ini. Kalau bukan karena Lee Min Ho, aku pasti udah berhenti dari dulu-dulu buat nggak nerusin. Drama ini terlalu banyak tokoh, tetapi konflik yang dijalin masih saja terlalu lambat di awal-awal. Misteri-misteri yang seharusnya bisa diolah dengan sangat baik ditinggalkan begitu saja. Biasanya juga kalo aku lihat drama, harusnya aku dapet beberapa scene yang bisa bikin aku nangis ataupun sakit hati waktu lihatnya. Tapi drama ini enggak. Aku emang bisa memaklumi adanya yang mati disana-sini, karena apa mau dikata, drama historical memang pasti isinya tentang politik dan bunuh-membunuh. Karena bisa memaklumi, aku jadi butuh yang lebih kuat. Permainan emosi karena konfliknya itu kurang kuat, itulah yang bikin aku bisa ninggalin drama ini dengan mudah dan melakukan hal lain selagi menonton drama ini. Sayang banget.

Tema yang diambil adalah jaman Goryeo dan Time Travel. Drama historical yang mengangkat sejarah korea yang cukup ternama itu sebenernya bisa jadi jauh lebih baik lho. Konflik politik disini tegang sih, tapi ya tegang aja, nggak yang bikin deg-degan terus-terusan gitu. Tuh, aku akhirnya memutuskan untuk melakukan skip ketika udah episode belasan, padahal biasanya aku di episode 6 udah kebut-kebutan saking penasarannya.


Yang bikin aku masih bertahan selain Lee Min Ho adalah cerita mengenai time travel di drama ini. Misteri dan keribetan yang harus dihubungkan dari satu masalah ke masalah lain inilah yang mulai membangun emosi ketika menontonnya. Aku harus bisa menguraikan misteri-misteri yang semakin lama terungkap. Dan itu, baru sekitar episode 9-10an munculnya. Aku hampir kelelelahan.

Terus, kisah cinta antara Choi Young sama Eun Soo juga satu yang membuatku bertahan. Tetep aja nggak puas. Karakter mereka itu masih kurang dimainkan alurnya, sehingga akting yang sudah bagus nggak sebaik perjalanan karakter yang diciptakan drama ini. Karakter itu dibiarkan berlalu dan chemistry yang sudah dibangun dengan baik tidak digunakan dalam drama ini, jadinya jalannya biasa aja. Ketika nonton drama ini, aku baru bisa lihat betapa Choi Young itu udah merubah level perlindungannya dari yang hanya perlindungan sebagai sandra sama perlindungan ke orang yang dicintai itu sekitar episode 17 kebawah. Selama mencapai episode itu, pembangunan perasaan yang dijalin drama ini nggak terlihat. Jadi kayak tiba-tiba aja mereka saling mencintai. Yah, kalau mengikuti kata cinta yang tidak digunakan di drama ini, sebenernya aku kurang puas sama sikap-sikap yang ditempelkan di karakter Choi Young ke Eun Soo. Kurang kuat aja. Mereka jarang lho ketemu dan lebih sering sibuk dengan urusan masing-masing. Menurutku banyak scene mereka berdua yang kurang di taruh untuk memperkuat chemistry mereka. Sayang aja. Mereka hampir terlihat biasa saja di beberapa episode. Untung deh di episode-episode akhir aku bisa menikmati kisah cinta dan chemistry kedua karakter ini. Untuuung aja, si Lee Min Ho ini kalo udah di kasih alur yang pas sama karakternya mainnya totalitas. Jadinya lumayan puas deh akhir-akhir. Tuh dua episode terakhir sebelum tamat aja aku sampe mimpi. Mata Choi Young yang akhirnya main dan berteriak bahwa ia mencintai Eun Soo dari skinship mereka sebenernya berarti banget di drama ini.

Oya, aku suka lee philip yang meranin dokter Jang disini. Sebelumnya waktu lihat dia di Secret Garden aku nggak suka dia kan jadi orang ketiga disana, tapi tetep aja aku nggak suka. Entah kenapa. Disini awalnya aku pikir dia juga jadi orang ketiga dalam hubungan Choi Young dan Eun Soo tapi ternyata enggak sih, hehe. Tuh dia malah cocok banget kalo dijadiin temen bicaranya ngobrol. Aku malah tertarik sama karakter dia disini. Jadi lebih merhatiin. Cuma sayang dia nggak main sampe akhir sih.

Secara keseluruhan, drama ini bagus kok di tonton. Maksudnya, walaupun di awal sempat bosan, tapi sebenernya ceritanya itu bagus. Terlebih menuju episode akhir. At least, harus bertahanlah sekitar emm.. 10 episode sebelum benar-benar masuk ke dalam ceritanya. Yang pasti drama ini tetep recommended kok, soalnya Lee Min Ho masih bikin deg-degan disini kalo lihat matanya yang waaaa,,, melting. hehehe. Selamat menikmati ^___^

Salam, ADLN_haezh

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Catatan Terbaru